Manfaatkan Lahan Minimalis Dengan Hidroponik Paralon

Memiliki waktu senggang drumah memang terkadang malah membosankan, tapi anda bisa melakukan kegiatan positif yaitu dengan cara membuat hidroponik dengan paralon, apalagi bagi anda yang punya hobi tanaman, kegiatan ini akan sangat bermanfaat bukan?

Jika lahan di rumah tidak terlalu besar untuk bisa dibuat sebagai lahan pertanian/lahan tanam, maka metode hidroponik sangat cocok untuk anda terapkan. dengan lahan yang sedikit dan air yang cukup, anda sudah bisa menerapkan metode ini untuk membudidayakan tanaman.

Baca Juga: CARA MENANAM KANGKUNG HIDROPONIK DI RUMAH, GAMPANG BANGET

Dan berikut, Inilah cara membuat hidroponik dengan paralon!

cara membuat hidroponik dengan paralon

Sediakan Alat Dan Bahan

Pertama, Anda bisa siapkan alat dan bahan seperti paralon ukuran besar 3 inchi, alat bor, penyambung paralon, penutup paralon, gergaji, selang, solder, pompa untuk aquarium, gelas tanam ukuran 250 ml, benih tanaman, media tanaman (gabus), dan wadah tanaman. Ketika semua alat sudah siap maka segera lakukan desain konsep paralon. Jika Anda ingin membuat paralon bertingkat maka setidaknya ada 5 paralon ukuran besar dengan sambungan melengkung dari setiap ujungnya. Ujung paralon ini dipakai untuk mengalirkan air pupuk yang masuk ke setiap lubang benih dari gelas tanam. 

Dalam persiapan ini jangan lupa untuk sediakan lap kering agar remahan debu tidak menempel dan mengganggu aktivitas tanam. 

Buat Susunan Lubang

Paralon dibuat dengan susunan lubang sebesar gelas tanam dan diberikan jarak antar lubang sebesar 20 cm. Jarak ini disesuaikan dengan benih sayuran yang akan ditanam. Apabila Anda menanam sawi maka untuk ukuran itu sangat pas sekali karena daun yang berkembang nantinya melebar dan bergagang besar. Lubang  paralon dibuat menggunakan mesin bor, perhatikan saat melubangi paralon karena jika terlalu kuat akan membuat pecah di sekitar lubang dan hal ini membuat rembesan untuk air pupuknya nanti. Setiap paralon dibuat jarak yang sama jangan selang seling, paralon pertama ukurannya 20 cm sedangkan paralon kedua 15 cm. Penjarakan seperti ini hanya akan merusak sistem sirkulasi tanaman. 

Setiap ujung paralon disambungkan dengan penyambung paralon yang berdiameter sama. Untuk paralon di bagian bawah maka bisa ditutup dengan memakai sambungan paten. 

Baca Juga: CARA MENANAM JAGUNG MANIS YANG MUDAH DAN PASTI BERHASIL!

Buat Lubang Untuk Tempat Benih

Tempat benih ini adalah gelas plastik ukuran 250 ml, Anda buat lubang dengan ukuran kecil memakai bor kecil. Lubang ini dibuat hanya setengah gelas saja, jangan semua pinggiran gelas dilubangi karena akan membuat akar busuk. Tetapi, jika sebagian saja membuat akar berkembang dengan sangat baik. Pastikan Anda menyediakan gelas tanam tersebut sesuai dengan jumlah lubang pada paralon besar. Jika Anda terlalu repot dalam melubangi gelas tanam maka bisa memakai netpot yang sudah praktis berlubang. Jangan lupa untuk mencuci terlebih dahulu gelas tanam dan keringkan secara maksimal sebelum benih dipindah ke dalam gelas ini. 

Pembibitan Di Busa

Proses pembibitan ini memakai gabus atau busa yang di tengahnya diberikan benih sayuran, kemudian taruhlah di wadah besar. Busa sangat disarankan sekali dalam pemakaian media tanam hidroponik karena menyerap air pupuk dengan maksimal. Busa yang dipotong harus menyesuaikan dengan gelas tanamnya, tidak harus bulat tetapi cukup untuk dimasukkan ke dalam gelas tanam. Benih yang telah masuk ke dalam gelas kemudian bisa dimasukkan ke dalam lubang paralon besar. Dalam pembibitan ini sebaiknya pakai satu macam sayuran saja, untuk mencoba benih sayuran lain Anda bisa menggunakan susunan paralon lainnya lagi karena larutan pupuk untuk tanaman yang satu dengan lainnya berbeda. 

Larutan Pupuk

Larutan pupuk ini dibuat dengan memakai air yang dicampur dengan zat kimia khusus untuk makanan benih. Setelah larutan ini jadi maka Anda bisa masukkan memakai selang yang dipompa memakai pompa dari aquarium. Alirkan larutan pupuk ini dari atas hingga merata ke semua paralon. Benih akan tumbuh dengan baik jika komposisi pupuknya seimbang. Anda bisa melihat perkembangannya dari hari ke hari. 

Amati Pertumbuhan

Pastikan larutan pupuk ini mampu memenuhi kebutuhan makanan tanaman, jangan sampai larutan ini kering karena akan membuat tanaman tumbuh kerdil atau tidak maksimal. Jika ada hama ulat maka ambil secara pelan, namun sangat jarang sekali hama yang muncul untuk metode hidroponik. Untuk sinar matahari tetap harus diberikan secara rutin agar tanaman mendapatkan zat klorofil secara maksimal. Semakin bagus Anda memberikan penyinaran maka daun sayuran akan semakin hijau dan kuat dari hama. Berbeda jika Anda tidak memberikan penyinaran dengan baik maka daun akan terlihat pucat dan kandungan vitaminnya sedikit sekali. 

Keuntungan yang bisa Anda peroleh memakai hidroponik adalah:

  • Bebas semprot pestisida yang bisa membahayakan, karena dengan ruangan terbatas Anda memiliki cukup waktu untuk memberantas hama yang menempel pada sayuran. Namun, sangat jarang sekali sayuran hasil hidroponik berhama. 
  • Irit ruang dan hasil maksimal, tidak membutuhkan ruang luas seperti menanam padi untuk bercocok tanam sayuran sehat. Dengan paralon yang dibentuk bertingkat akan lebih maksimal, atau hampir sama dengan hasil lahan luas. Satu pohon paralon bisa diisi sayuran dengan jumlah 5 kg bahkan lebih tergantung dari jenis sayuran. semakin banyak paralon maka sayuran yang dipanen semakin banyak. 
  • Irit pengeluaran, metode ini bisa dipakai berulang kali tanpa Anda harus mengolah tanah seperti pada lahan luas. Cukup ganti media tanam (gabus) usai panen dengan yang baru dan masukkan kembali ke lubang gelas tanam. Anda cukup bersihkan secara rutin paralon yang sekiranya sudah mulai berlumut memakai sikat. 

Apakah Anda masih ragu untuk menanam sayuran hidroponik di waktu luang, hasil yang maksimal dan lebih menyehatkan karena bebas pestisida. 

Mari mencoba!