Cara Menanam Jahe Merah Tanpa Lahan yang Luas

Tumbuhan dengan nama latin Zingiber Officinale atau yang biasa kita kenal dengan jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang tergolong dalam Toga atau tanaman obat keluarga. Banyak sekali manfaat dari tanaman ini untuk berbagai macam pengobatan herbal. Tak hanya itu jahe juga terkadang juga sebagai penyedap rasa untuk makanan terutama sayuran. Karena banyak sekali manfaat yang dimiliki jahe, banyak sekali orang yang tertarik untuk melakukan budidaya tanaman ini. Disamping karena jahe sendiri cocok untuk tumbuh di Indonesia dengan curah hujan 2.500-4.000 mm per tahu, permintaan pasar akan jahe juga terbilang tinggi. Saat ini banyak sekali kemudahan untuk melakukan budidaya jahe. Yakni media penanamannya tidak memerlukan lahan yang luas, sekalipun pada lahan yang sempit juga masih bisa dilakukan. Ingin budidaya jahe tapi tidak memiliki lahan yang luas? Berikut bisa anda simak Cara Menanam Jahe Merah tanpa lahan yang luas.

Baca juga: Manfaatkan Lahan Minimalis Dengan Hidroponik Paralon

Cukup Dengan Polybag atau Karung, Begini Cara Menanam Jahe

Cukup Dengan Polybag atau Karung, Begini Cara Menanam Jahe

Biasanya budidaya jahe dilakukan di persawahan atau pun ladang perkebunan. Hal ini sering menjadi hambatan para petani atau orang-orang yang akan melakukan budidaya karena keterbatasan lahan. Namun, kali ini menanam jahe merah dapat dilakukan cukup hanya dengan menggunakan media sangat gampang ditemukan yaitu polybag ataupun karung bekas. Begini Cara Menanam Jahe Merah.

Mempersiapkan Media Tanam

Cara Menanam Jahe Merah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan media untuk penanaman. Seperti yang disebutkan diatas, media penanaman bisa menggunakan polybag, selain itu untuk mengefisiensi biaya bisa juga digunakan karung bekas yang ada di sekitar anda. Setelah media tanam selesai, langkah selanjunya adalah mengisi polybag atau karung dengan tanah, pasir dan pupuk. Untuk perbandingannya 3:2:1 atau 2:1:1. Perbandingan ini disesuaikan dengan ukuran polybag atau karung anda. Sebagai tambahan, untuk pupuk sendiri, pilihlah pupuk organic yaitu pupuk kandang yang sudah difermentasi, hal ini bertujuan untuk membantu tanah didalam polybag atau karung melakukan penyerapan.

Membuat Bibit

Setelah media tanam siap, Cara Menanam Jahe Merah selanjutnya adalah membuat bibit. Untuk tanaman jahe merah anda dapat membuat sendiri bibit yang akan ditanam. Bibit jahe merah yang berkualitas adalah bibit yang baik secara mutu genetic, biologis maupun fisik. Bibit jahe merah berasal dari jahe yang sudah tua kira-kira berumur 9 hingga 10 bulan yang tidak ada pembusukan dan tidak ada tanda-tanda kerusakan hama. Cara Membuat Bibit Jahe Merah yang pertama adalah merimpang jahe yang telah dipanen, kemudian dijemur sebentar jangan sampai kering, lalu disimpan selama sekitar 1,5 bulan. Setelah itu potong jahe yang telah dirimpang menjadi potongan dengan 3-5 mata tunas.

Setelah dipotong, rendam bibit jahe dengan larutan Dithane M-45 yang bisa anda dapatkan di toko tanaman. Kemudian letakkan di tempat yang lembab agar kecambah muncul. Proses ini akan memakan waktu selama 2 minggu, jangan lupa untuk menyiramnya setiap hari.

Penyemaian bibit

Cara menyemai Bibit Jahe Merah adalah dengan menyiapkan peti kayu. Caranya cukup mudah, yaitu dengan memasukkan bibit jahe kedalam peti kayu. Isi bagian bawah kotak kayu degan kemudian sekam padi. Apabila anda kesulitan mencari sekam pada, dapat diganti dengan abu gosok. Lalu letakkan bibit jahe diatasnya. Kemudian ulangi lagi dengan menaburi sekam padi atau abu gosok sampai peti kayu penuh. Kemudian simpan peti kayu tersebut di tempat yang teduh dan terhindar dari panas atau hujan.

Untuk proses penyemaian bibit jahe sendiri dilakukan setelah bibit jahe telah menumbuhkan tunasnya sekitar 5 cm. Biasanya proses ini berlangsung Selasa 2-4 minggu.   Untuk cara penyemaian Jahe Merah cukup mudah dengan memindahkan jahe yang telah bertunas atau bisa dilakukan kembali perimpangan kemudian diletakkan ke dalam tempat penyemaian. Sebagai informasi pilihlah tunas jahe yang berkualitas baik agar hasil tanam jahe juga menghasilkan jahe yang baik.

Baca Juga: Cara Membuat Pupuk Organik Untuk Tanaman

Penanaman

Setelah tunas pada bibit jahe telah tumbuh, nah inilah saatnya untuk melakukan penanaman. Untuk proses penanaman disarankan saat musim penghujan telah berakhir dan akan masuk pada musim kemarau. Sebab, curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan tanaman busuk karena terkena terlalu banyak air.

Sebagaimana penanaman jahe pada lahan terbuka, Cara Menanam Jahe Merah pada polybag juga mudah untuk dilakukan. Penamanan dilakukan setelah bibit jahe telah menjadi tunas. Berikut langkah-langkahnya:

  • Siapkan polybag berukuran 40x50cm dan jangan menggunakan polybag yang terlalu kecil karena akan mempengaruhi pertumbuhan jahe.
  • Setelah itu polybag tersebut diberi lubang-lubang di bagian bawahnya yang berfungsi sebagai tempat keluarnya sisa air setelah penyiraman.
  • Masukkan tunas jahe dengan posisi tunasnya menghadap ke atas. Untuk bibit jahe jangan memasukkan terlalu banyak, yaitu sekitar 3-5 biji saja setiap polybag.
  • Tutuplah benih dengan media tanam yang telah dibuat diawal dengan perbandingan yang telah disiapkan. Tutup sampai sekitar 3-5 cm.
  • Kemudian yang terakhir adalah menaburi jerami atau sekam diatasnya.
  • Letakkan di tempat yang teduh dan lembab untuk membuat jahe cepat tumbuh.

Pemeliharaan tanaman jahe

Setelah penanaman, melakukan pemeliharaan pada jahe yang baru ditanam juga merupakan bagian yang penting. Untuk pemeliharaan sendiri dapat dilakukan dengan penyiraman. Penyiraman pada tanaman jahe cukup dilakukan 3-4 hari sekali saja. Perlu diingat untuk tidak terlalu banyak menyiramnya, karena ini akan mengakibatkan tanaman jahe membusuk.

Selain penyiraman, hal lain yang perlu dilakukan adalah penyiangan. Penyiangan dilakukan secara rutin setiap 2 hingga 3 minggu. Penyiangan dilakukan bila terlihat gulma atau rumput telah tumbuh. Anda harus segera membuangnya agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pada Cara Menanam Jahe Merah Hal terakhir yang perlu juga menjadi perhatian adalah pemupukan. Pemupukan sendiri dilakukan pada masa awal menanam, dan disarankan untuk menggunakan pupuk organic. Untuk pemupukan sendiri dilakukan minimal 3 kali, yaitu pada awal tanam saat tanaman berumur satu bulan, kemudian lakukan lagi saat tanaman berumur dua bulan dan terakhir saat berumur 3 bulan.

Nah, Cara Menanam Jahe Merah diatas cukup mudah bukan. Bahkan anda tak perlu lagi kerepotan untuk memulai membudidayakan jahe merah karena terhalang oleh lahan. Kini hanya dengan menggunakan media tanam yang hemat, efektif dan efisien yaitu polybag dan karung bekas akan dihasilkan jahe merah berkualitas tinggi. Namun. Anda juga perlu mengingat bagaimana cara pemeliharaan tanaman jahe tersebut, agar jahe dapat tumbuh sesuai harapan dan tumbuh dengan baik pula. Jahe akan siap dipanen setelah berumur kurang lebih 10 bulan, dan dapat terlihat dari batang dan daunnya yang sudah mengering dan menguning. Kini saatnya jahe tersebut untuk siap dipanen. Demikian ulasan Cara Menanam Jahe Merah semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan.