Cara Menanam Bunga Matahari Agar Cepat Tumbuh

Bunga matahari adalah salah satu bunga yang indah, sehingga banyak orang yang menyukainya. Termasuk dengan warnanya yang menawan,. Bunga matahari ini memiliki nama ilmiah Helianthus annuus Linn. Apabila Anda hendak menanam bunga matahari, caranya sangatlah mudah, Anda bisa menggunakan biji bunga matahari untuk menanamnya di rumah. Selain menjadi penghias rumah, ternyata bunga matahari ini juga memiliki beberapa manfaat untuk menyembuhkan penyakit. Nah, untuk mengetahui bagaimana cara menanam bunga matahari, simaklah ulasan berikut ini.

Cara Menanam Bunga Matahari Hingga Berbunga

Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari bunga matahari. Adapun akar dari bunga ini dapat menyembuhkan infeksi pada saluran pernapasan dan saluran kencing. Lalu bagian bunganya sangat bagus untuk mengurangi rasa nyeri saat menstruasi, saat kepala terasa sakit, dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Maka tak heran jika kemudian cukup banyak orang yang ingin membudidayakan bunga matahari ini. Nah, berikut ini adalah cara menanam bunga matahari yang bisa Anda ikuti.

1.Memilih benih bunga matahari

bibit bunga matahari

Cara menanam bunga matahari yang pertama adalah dengan melakukan pemilihan bibit. Bibit bunga matahari yang harus Anda pilih adalah bibit yang unggul, supaya tanaman yang nantinya akan muncul juga bagus dan berkualitas. Anda bisa membeli biji atau benih bunga matahari dari toko yang memang menyediakan benih bunga matahari.

Selain itu, Anda juga perlu menentukan jenis bunga matahari yang akan Anda tanam. Karena ada banyak jenis tanaman bunga matahari. Contohnya adalah jenis bunga matahari yang tidak tumbuh lebih dari dari satu meter, yaitu autumn beauty, teddy bear, sunbeam, dan mammoth.

2.Menyiapkan lahan untuk penanaman

lahan untuk penanaman

Langkah atau cara menanam bunga matahari berikutnya adalah dengan menyiapkan lahan. Pertama-tama, Anda harus memilih dahulu tempat yang akan digunakan untuk menanam bunga matahari. Tanaman bunga matahari hanya akan tumbuh di tempat yang terbuka dan mendapatkan akses matahari secara penuh.

Sebelum itu Anda bisa mempersiapkan media tanamnya lebih dulu. Anda dapat mengombinasikan tanah dengan kompos dengan perbandingan 2:1 supaya lahan yang akan ditanami bunga matahari sehat dan bernutrisi. Dengan begitu, bunga matahari juga akan tumbuh dengan lebat dan bagus. Adapun tujuan pencampuran tanah dengan kompos adalah untuk membuat media tanam menjadi bernutrisi dan subur, sehingga tanaman di atasnya juga akan tumbuh subur.

3.Melakukan pembibitan bunga matahari

Pembibitan bunga matahari

Jika media tanam sudah selesai dibuat, cara menanam bunga matahari berikutnya adalah dengan melakukan pembibitan. Anda dapat menyemaikan benih yang sudah Anda beli dengan media polybag atau baki semai. Media yang bisa Anda gunakan adalah campuran dari tanah, kompos, dan arang sekam. Perbandingan yang bisa digunakan adalah 1:1:1.

Cara membuat bibit bunga matahari sendiri ini cukup mudah, setelah ditanam, Anda bisa merawatnya dengan menyiram media semai ini dengan air secara rutin. Kemudian tempat penyimpanannya harus di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, dan usahakan media yang digunakan untuk pembibitan ini juga tidak terkena air hujan secara langsung. Siramlah media semai ini secara rutin sampai umurnya mencapai kurang lebih 30 hari dan siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.

4.Menanam bibit bunga matahari

Menanam bibit bunga matahari

Cara menanam bibit bunga matahari tidaklah sulit. Apabila bibit sudah siap dipindahkan, Anda dapat segera memindahkannya. Karena pemindahan ini juga akan membuat bunga matahari cepat tumbuh. Pertama-tama, cabultah bibit bunga matahari dari media semainya, lalu tanamkan pada lahan dengan kedalaman kurang lebih 10 cm atau sampai akarnya tidak terpendam seluruhnya. Apabila tanah pada media semai kering, Anda harus menyiramnya lebih dulu supaya akarnya dapat tercabut dengan sempurna.

5.Merawat bunga matahari

Merawat bunga matahari
Pippa: Seed sowing 14/1/09Photographer: Sarah CuttleWatering sunflower seeds

Ada beberapa hal yang musti Anda perhatikan dari cara menanam bunga matahari ini, di antaranya adalah saat proses perawatan. Proses pengairan bunga matahari menjadi hal penting, Anda harus menyiram tanaman ini secara teratur. Namun sesuaikan pula penyiraman air dengan keadaan cuaca. Apabila di musim hujan, maka Anda tak perlu memberikan air pada tanaman secara terus menerus, karena air hujan cukup memberikan air pada tanaman ini. Pemberian air pada tanaman idealnya adalah sebanyak dua hari sekali sampai tanaman bunga matahari mencapai umur 1,5 bulan.

Kemudian penempatan bunga matahari juga menjadi hal penting, pastikan bahwa Anda meletakkan bunga matahari pada tempat yang tepat, yaitu di lahan yang terkena akses sinar matahari secara langsung. Karena dengan kombinasi air dan sinar matahari yang cukup, maka bunga matahari akan tumbuh dengan lebat dan sehat.

Cara menanam bunga matahari yang tak kalah penting adalah dengan memberikan pupuk atau nutrisi untuk bunga. Berikanlah pupuk secara rutin setelah usia bunga matahari sekitar dua bulan. Anda harus memberikan pupuk secara rutin pada bunga matahari pada bulan-bulan berikutnya supaya bunga tetap sehat dan bernutrisi. Pupuk yang bisa digunakan adalah pupuk ZA dan SP-36. Anda bisa memberikan satu sendok teh pupuk untuk satu tanaman. Cara pengaplikasiannya adalah dengan melarutkan pupuk ke dalam air terlebih dahulu. Airnya kurang lebih 500 ml.

Apabila tanaman sudah berumur 2 bulan, maka pupuk yang bisa Anda berikan adalah pupuk hayati yang mengandung bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat inilah yang akan membantu proses penguraian unsur hara yang ada di dalam tanah. Dengan begitu, akar bunga matahari juga akan lebih mudah untuk menyerap pupuk yang diberikan.

Agar bunga matahari terhindar dari berbagai penyakit dan juga hama, Anda juga bisa memberikan pestisida atau insektisida pada tanaman tersebut. Namun pilihlah pestisida dan insektisida yang memang khusus untuk tanaman bunga matahari. Anda bisa membelinya di toko-toko yang menyediakan berbagai bahan-bahan untuk tanaman.

Adapun hama yang biasanya menyerang bunga matahari adalah jamur daun atau powdery mildew. Jamur inilah yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga harus segara dibasmi. Anda bisa melarutkan 5-10 ml  serum bakteri asam laktat  dengan air sebanyak 1 liter, lalu menyemprotkannya pada tanaman bunga matahari sebanyak 3 kali dalam waktu satu minggu. Penyemprotan yang baik bisa Anda lakukan pada saat sore hari, yaitu sekitar pukul 16.00. Lakukanlah perawatan dengan rutin agar tanaman bunga matahari tetap sehat dan lebat sampai bijinya siap untuk dipanen.

Nah, itulah tadi beberapa langkah-langkah atau cara menanam bunga matahari yang sederhana dan mudah. Apabila Anda menanam bunga matahari, maka Anda perlu memperhatikan proses perawatannya, karena proses panjang inilah yang juga akan menentukan apakah bunga matahari yang Anda tanam dapat bertahan sampai panen ataukah tidak. Dan juga yang akan menentukan seberapa sehat dan unggulnya tanaman tersebut. Sehingga ketika masa panen tiba, Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara Menanam Bawang Putih Untuk Pemula Auto Panen

Bawang putih menjadi salah satu bumbu rempah yang banyak digunakan oleh setiap orang untuk memasak. Karena bawang putih dapat membuat makanan menjadi lebih lezat. Tak hanya bawangnya saja, namun daun bawangnya juga sering dipakai untuk campuran beberapa masakan. Bagi beberapa orang yang tinggal di daerah dingin, menanam bawang putih menjadi hal biasa. Karena di tempat dingin, bawang putih lebih mudah tumbuh. Nah, bagi Anda seorang pemula yang ingin mengetahui cara menanam bawang putih yang baik dan benar , simaklah penjelasan berikut ini.

Cara Menanam Bawang Putih Dari Awal Hingga Panen

Bawang putih memang dikenal sebagai salah satu rempah masakan yang banyak digunakan orang. Apapun masakannya, bawang putih akan dijadikan sebagai pelengkap bumbunya. Bagi orang-orang yang menanam bawang putih, mereka tak hanya bisa memanfaatkan bawangnya saja, namun daunnya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap makanan. Cara menanam bawang putih pun tidak terlalu sulit, maka tak heran jika banyak orang yang menanamnya sendiri di rumah. Nah, berikut ini adalah cara-cara untuk menanam bawang putih dari awal hingga bisa panen.

Baca juga: Cara Menanam Bawang Merah agar Cepat Panen

1. Menentukan waktu penanaman bawang putih

musim kemarau untuk menanam bawang putih

Sebelum melakukan penanaman, cara menanam bawang putih yang pertama adalah dengan menentukan terlebih dahulu waktu yang tepat untuk menanam bawang. Biasanya, waktu yang tepat adalah ketika musim kemarau, karena musim hujan bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan penanaman. Apabila Anda berada di wilayah yang berada di daerah tropis, maka akan lebih cocok jika Anda menanam bawang putih pada saat musim semi, yaitu pada bulan Februari atau Maret.

2. Memilih bibit bawang putih yang berkualitas

bibit bawang putih

Cara menanam bawang putih selanjutnya adalah menentukan bibit bawang yang berkualitas. Sebenarnya, Anda dapat menggunakan bibit bawang putih dari bawang yang Anda beli di pasar. Namun belum tentu bibit tersebut unggul atau tidak. Pemilihan bibit ini sangatlah penting, karena akan berpengaruh terhadap bawang putih yang akan ditanam.

Maka dari itu, belilah bibit bawang putih di toko tanaman yang memang menyediakan bibit bawang putih dan memang cocok untuk daerah yang Anda tinggali. Dengan membeli langsung di tokonya, maka Anda akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk dapat memilih bibit-bibit yang unggul. Sebab bawang putih memang memiliki varietas yang bermacam-macam, ada yang untuk ditanam saat musim kering, ada yang cocok ditanam saat musim penghujan. Selain itu, Anda juga bisa membuat bibit sendiri, karena cara membuat bibit bawang putih sendiri pun tidaklah terlalu sulit.

3. Siapkan lahan untuk menanam bawang putih

lahan bawang putih

Langkah atau cara menanam bawang putih berikutnya, yaitu menyiapkan lahan. Posisi matahari menjadi salah satu hal penting yang harus Anda pertimbangkan, pastikan bahwa lahan yang akan disiapkan memiliki akses ke matahari secara langsung. Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa tempat atau lahan memiliki cukup akses untuk mendapatkan pengairan.

Untuk tanahnya, Anda bisa menggali terlebih dahulu dengan kedalaman 4 inchi. Setelah itu, Anda dapat memberinya pupuk kompos terlebih dahulu sebelum menanamkan bawang putih ke sana. Cara membuat bibit bawang putih juga tak jauh beda dengan cara menanamnya, jadi Anda juga perlu melakukan beberapa persiapan lahan untuk membuat bibitnya. Akses terhadap air dan matahari juga sama pentingnya untuk diperhatikan.

Sebelum menanam, Anda dapat membersihkan lahan lebih dulu dari berbagai sisa-sisa tanaman di atas permukaan tanah. Sebelum ditanami, tanah dapat dibajak terlebih dahulu sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Setelah itu, Anda dapat membuatkan pembatas dengan tinggi sekitar 20-50 cm dan lebarnya 60-150 cm. Jangan lupa pula untuk membuatkan parit, supaya pengairannya lebih lancar.

4. Menanam bibit bawang putih

menanam bitbit bawang putih

Apabila lahannya sudah siap, cara menanam bawang putih selanjutnya adalah menanam bawang putih ke lahan. Anda dapat menanamnya pada kedalaman 2-3 cm dengan jarak yang konsisten antar tanaman. Caranya yaitu dengan mengambil siung-siung bawang putih dengan tetap membiarkan kulitnya, lalu tanam siung tersebut ke dalam tanah. Aturannya adalah bagian akar berada di bagian bawah, lalu runcingnya berada di bagian atas. Hal ini penting diperhatikan agar tumbuhnya bawang tidak salah arah. Setelah itu, tutuplah bawang putih dengan tanah yang ada di dekatnya.

5. Merawat bawang putih

merawat bawang putih

Jika bawang putih sudah selesai ditanam, maka langkah selanjutnya adalah merawatnya dengan baik. Anda harus menjaga lahan supaya tetap bersih dan terawat. Apabila Anda menanam pada musim gugur, Anda dapat menutupi tanaman menggunakan jerami, namun jika Anda menanamnya pada musim semi, Anda tidak perlu menutupi tanaman dengan jerami.

Selain itu, cukupilah kebutuhan air tanaman. Pengairan harus dilakukan secara rutin, supaya tanaman tidak kekurangan air. Bawang putih ini membutuhkan pengairan yang tepat. Tanaman ini membutuhkan air setiap 3 hingga 5 hari, dan pengairannya juga bergantung pada cuaca. Apabila di musim kering dan Anda melihat tanaman kering, maka Anda harus segera melakukan pengairan, meskipun bukan saatnya memberi air. Namun apabila di musim dingin, Anda tak perlu menyiramnya terus menerus, sebab tanaman sudah basah.

Cara menanam bawang putih yang baik adalah dengan memperhatikan pula proses penyiraman airnya. Parit yang tadi dibuat, dapat difungsikan untuk melakukan pengairan. Anda bisa memberi air sebanyak 2-3 kali sehari di awal-awal penanaman. Namun, jika sudah mulai tumbuh tunas, maka Anda hanya perlu melakukan pengairan sebanyak 7-15 hari sekali saja. Dan Anda bisa berhenti melakukan pengairan jika sudah mulai akan panen, bisa sepuluh hari sebelum panen Anda menghentikannya.

6. Memberi tanaman bawang putih pupuk

pupuk untuk bawang putih

Pupuk yang digunakan untuk bawang putih ini adalah pupuk organik dan non organik. Pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kompos dari kandang ayam atau kandang kambing. Banyaknya pupuk organik juga disesuaikan dengan luasnya lahan tanam bawang putih. Anda bisa menggunakan pupuk kambing sebanyak 30 ton/ha. Lalu Anda juga bisa menggunakan pupuk nitrogen sebanyak 3 kali selama proses penanaman, yaitu saat menanam, pembentukan tunas, dan saat pembentukan umbi. Tambahan pupuk pada tanaman menjadi proses yang baik untuk tumbuh kembang tanaman. Dengan memberikan pupuk, maka tanaman akan tetap sehat dan tumbuh dengan baik. Termasuk ketika sudah masanya membersihkan gulma, Anda harus segera melakukannya, supaya tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Nah, itulah enam langkah mudah atau cara menanam bawang putih yang bisa Anda aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah yang mudah di atas perlu Anda pahami satu per satu supaya hasil dari penanaman Anda dapat maksimal, dan bawang putih yang akan dipanen berkualitas dan besar-besar. Anda juga perlu memperhatikan hal-hal kecil, seperti waktu penyiraman air dan juga pemberian pupuk, supaya tanaman dapat tumbuh dengan sehat sampai masa panen tiba.

Cara Menanam Bawang Merah agar Cepat Panen

Bawang merah merupakan salah satu bumbu dapur yang paling sering digunakan. Sebenarnya cara menanam bawang merah mudah untuk dilakukan, Anda bisa menanamnya di lahan yang kecil ataupun tanah yang luas, semuanya bisa menghasilkan bawang merah dengan kualitas baik, asalkan Anda tahu cara merawatnya. Berikut merupakan langkah mudah menanam bawang merah agar cepat tumbuh dan panen.

cara menanam bawang merah

Cara Menanam Bawang Merah Yang Baik dan Benar

Terdapat berbagai model penanaman bawang merah, baik dengan menggunakan tanah sebagai media tanam, menggunakan cara hidropnik ataupun menggunakan polybag. Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan dan ketersediaan lahan yang ada di sekitar Anda.

1.Memilih Bibit

memilih bibit bawang merah

Bibit bawang merah merupakan hal yang paling penting, sebab ia akan menjadi cikal bakal penentu kualitas panen bawang merah Anda ke depannya. Cara membuat bibit bawang merah dari umbi adalah dengan menggunakan bawang merah yang berumur tua dan sehat. Kira-kira yang telah berumur 80 sampai 100 hari.

Bibit bawang merah yang baik, sebaiknya disimpan terlebih dahulu selama 2 hingga 3 bulan. Sedangkan ukurannya berkisar antara 1 sampai 2 sentimeter untuk tiap bibitnya. Ciri bibit yang baik adalah berwarna merah mengkilap, tidak cacat, bentuknya bagus dan tidak membusuk. Ada banyak varietas yang bisa Anda pilih, tergantung jenis pangsa pasar yang hendak dituju.

2.Olah Tanah

olah tanah

Cara membuat bibit unggul bawang merah sebenarnya tidak sulit. Langkah diatas bisa Anda ikuti sampai tuntas untuk mendapatkan bibit yang unggul dan berkualitas. Sembari menunggu bibit disimpan, Anda bisa membuat media tanam. Bajak tanah secara merata, kemudian buat gulutan dengan lebar 100 cm dan tinggi 50 cm.

Buat bedeng antar gulutan dengan jarak 50 cm juga, kemudian tabur pupuk kandang. Setelahnya, Anda bisa menutupi gulutan dengan mulsa plastik. Ini akan mempercepat pembusukan tanah dan penyerapan pupuk, sehingga membuat bibit bisa tumbuh dengan baik dan optimal.

3.Menanam Bawang Merah

menanam bawang merah

Cara menanam bawang merah selanjutnya adalah dengan melakukan penanaman bibit. Jarak tanam sekitar 15 cm, sedang di musim hujan, buat menjadi 20 cm agar bibit tidak membusuk dan air tidak menggenang. Anda bisa merendam bibit terlebih dahulu dengan air atau pupuk organik guna menghilangkan penyakit benih dan penularannya.

Dengan begitu, pertumbuhan bawang merah akan lebih cepat dan merata antara satu dengan yang lainnya. Selanjutnya, Anda bisa menanam umbi bawang merah di tanah. Setelah seminggu, bibit sudah mulai bertunas dan tumbuh dengan merata di lahan penanaman.

4.Lakukan Pemupukan

pemupukan bibit bawang merah

Jika bibit sudah tumbuh dengan baik, maka perlu dirawat dengan pemberian pupuk secara rutin. Anda bisa memberikan pupuk organik maupun kimia, semuanya memberikan manfaat pada tumbuh kembang tanaman ini. Lakukan pemupukan pada pagi hari ataupun sore hari, yakni sekitar pukul 9 atau 4 sore.

Pemupukan yang dilakukan dengan tepat akan merangsang umbi bawang merah untuk tumbuh lebih cepat. Cara menanam bawang merah agar cepat panen, harus menggunakan pupuk yang berkualitas. Pupuk juga bisa berfungsi untuk mempercepat pembelahan umbi, sehingga dihasilkan umbi bawang merah yang banyak dan besar.

5.Pengairan

pengairan

Pengairan dilakukan berdasarkan kondisi tanah, jika tanah lembab karena musim hujan, Anda tidak perlu melakukan pengairan setiap hari. Berbeda jika Anda menanam bawang merah di musim kemarau. Anda harus rutin menyiramnya dengan air, dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.

Selain pengairan, Anda juga sebaiknya melakukan penyiangan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bawang merah yang telah tumbuh. Lakukan pembersihan setiap 2-3 per bulannya. Selalu periksa kondisi tanaman dan tanah di sekitar bibit, agar bibit umbi bisa tumbuh dengan baik. Penyiangan gulma dilakukan agar umbi terhindar dari penyakit dan hama yang mengganggu.

6.Panen

panen bawang merah

Bawang merah bisa dipanen, minimal pada bulan ketiga atau keempat hasil penanaman, tergantung bagaimana cara menanam bawang merahdan perawatannya. Selain perawatan, perbedaan masa panen juga disebabkan perbedaan masa tana,m, varietas yang digunakan, serta jenis tanah dan ketinggian tempat penanaman.

Ciri bawang merah siap panen adalah sebagai berikut: jika diperiksa, umbi telah terbentuk dengan sempurna,  kadang sebagian umbi telah muncul di permukaan tanah. Anda juga bisa memperhatikan keadaan daun bawang, jika 80 persen sudah rebah, maka bawang merah telah siap panen.

Selain itu, daun bawang merah telah berwarna pucat, kadang malah kering dan tidak berair. Pangkal daun, apabila dipegang telah kaku, ini menandakan bahwa bawang merah telah berumbi dan siap untuk dipanen.

Itulah cara menanam bawang merah dengan cepat berikut cara merawatnya. Berkat lonjakan permintaan bawang merah yang tinggi di pasaran, budidaya ini kini telah berkembang dengan pesat dan bisa mencukupi permintaan pasar dengan baik.

Dengan semakin mahalnya harga bibit bawang merah di pasaran, Anda bisa mensiasatinya dengan membuat bibit sendiri. Langkahnya juga mudah, Anda hanya perlu memilih bawang merah yang telah Anda beli, yang memiliki kualitas baik, berbentuk bulat sempurna dan tidak cacat. Untuk selanjutnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut.

Bibit Bawang Merah

bibit bawang merah

Terdapat banyak hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan pemilihan benih maupun cara menyimpan bawang merah untuk bibit. Jika tidak dilakukan dengan seksama dan cermat, hasil yang akan Anda dapatkan akan jauh dari baik.

  1. Seleksi benih dengan teliti, secara fisik ia sehat dan tidak terlalu tua. Pilihlah dari tanaman yang tidak terkontaminasi oleh nitrogen, sebab, jika menggunakan bibit nitrogen, bibit bawang merah tidak bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama.
  • Lakukan penjemuran pada calon bibit yang telah Anda pilih. Lakukan penjemuran dibawah sinar matahari langsung untuk membunuh bakteri yang sekiranya masih menempel dan mengurangi kadar air pada benih bawang merah Anda.
  • Pembalikan dilakukan sekitar 2 sampai 3 kali dalam sehari. Jika sudah benar kering, Anda bisa mengikat bawang merah pada tali bambu dan diangin-anginkan. Akan lebih baik apabila Anda menyemprotnya dengan pestisida, agar terhindar dari hama pasca panen.
  • Proses pembuatan dan penyimpanan bibit untuk digunakan dalam penanaman bawang merah tidak berhenti sampai disitu. Cara menanam bawang merah dengan umbi tersebut adalah penjemuran uang sampai benar-benar kering, kemudian simpan di gudang dengan suhu yang hangat, agar tidak mudah busuk.
  • Lakukan pemeriksaan rutin di dalam gudang, jika ada bibit yang rusak, segera buang agar tidak menulari bibit yang lainnya.

Keunggulan membibit bawang merah dengan biji adalah hasil yang lebih baik daripada dengan teknik yang lain. Cara menanam bawang merahdengan cara ini, selain menghemat biaya pengadaan bibit, juga lebih mudah di distribusikan ke berbagai daerah.   

Mudah bukan cara menanam bawang merah untuk di budidayakan? Jika berminat Anda bisa menjadikannya sebagai bisnis sampingan, sebab profit yang akan Anda dapatkan cukup tinggi dibandingkan dengan budidaya tanaman umbi jenis lainnya. Selamat mencoba!

Cara Menanam Buah Naga untuk Pemula

Buah naga menjadi salah salah satu buah yang memiliki banyak penggemar di Indonesia, sebab rasanya yang manis, memiliki kandungan air yang tinggi, serta kaya dengan serat. Karena iklim yang mendukung, kini banyak petani yang hendak membudi dayakan buah yang satu ini. Bagi Anda yang baru pertama kali menanamnya, berikut merupakan cara menanam buah naga yang mudah dilakukan oleh pemula.

Cara Menanam Buah Naga agar Cepat Tumbuh dan Berbuah

Sebenarnya, cara menanam buah ini, cukup gampang untuk dilakukan. Sebab, ia bisa ditanam langsung ke dalam tanah, ataupun menggunakan pot untuk menunjang pertumbuhanya. Pada umumnya, buah naga bisa berbuah di usia ke 7 bulan, atau bulan kelima, tergantung bagaimana perawatan dari pemiliknya.

Terdapat enam jenis buah naga yang bisa Anda tanam di Indonesia, namun yang paling banyak dikonsumsi dan laku di pasaran, hanya dua jenis, yakni buah naga dengan daging buah warna putih dan merah. Sedangkan varietas lain, seperti super merah, kuning, hitam dan oranye memiliki penggemar dengan jumlah yang lebih sedikit.

Lakukan pembibitan terlebih dahulu sebelum menanam buah naga. Cara membuat bibit buah naga juga tidak begitu sulit, ada dua cara yang bisa Anda gunakan, yakni dengan menggunakan cara generatif dengan biji, dan vegetatif menggunakan stek. Cara paling mudah, adalah dengan menggunakan sistem stek, sebab buah yang dihasilkan akan sama dengan induknya.

Berbeda dengan bibit buah naga dari biji. Cara ini akan membuat hasil tanam yang berbeda dengan induknya, walaupun induk memiliki bibit, buah dan kondisi tanaman yang baik, namun tidak jarang biji yang ditanam menghasilkan kualtas buah yang berbeda. Walaupun tidak mustahil untuk dilakukan, namun Anda perlu menyiapkan penangkaran khusus untuk menanam buah naga dari bijinya.

Pilih Bibit

bibit buah naga

Bibit buah naga, apabila Anda tidak ingin melakukan pembibitan sendiri, bisa mendapatkannya dengan mudah di toko bibit buah. Cara menanam buah naga agar cepat berbuah, adalah memperhatikan ciri bibit yang berkualitas. Diantara cirinya adalah bertunas minimal empat, bibit telah berumur lebih dari dua bulan, batangnya hijau, sehat dan tidak memiliki penyakit.

Akan lebih baik, apabila Anda menanyakan kepada penjualnya, bagaimana keadaan induk dari bibit tersebut. Bibit buah naga yang baik, memiliki induk utama yang berbuah minimal tiga kali, sebab batang sudah cukup umur untuk dilakukan proses pembibitan vegetatif.

Buat Lahan Tanaman

lahan tanam

Buah naga bisa dibudidayakan di dataran rendah dan sedang. Langkah pertama setelah memilih bibit adalah mempersiapkan lahan. Bajak tanah dengan kedalaman sekitar 20 cm, kemudian taburkan pupuk kandang agar tanah memiliki banyak unsur hara. Buat tanah dalam kondisi yang lembab agar bibit mudah  tumbuh.

Cara menanam buah naga agar bisa berbuah dengan maksimal, adalah mempersiapkan lahan dengan baik. Pilih lokasi yang terbuka, mendapatkan sinar matahari yang cukup, serta terbebas dari rerumputan, agar buah naga bisa tumbuh dengan optimal.

Membuat Tiang Penyangga

tiang penyangga

Tiang penyangga ini memiliki fungsi yang cukup penting, yakni agar batang tanaman buah naga bisa tetap kokoh berdiri. Karena merupakan tanaman kaktus yang menyimpan cadangan air di batangnya, tanaman ini memerlukan penyangga agar berdiri dengan tegak. Buat dengan tinggi 1,5 meter, boleh dari kayu ataupun beton.

Lebih baik menggunakan tiang beton, sebab Anda tidak perlu bolak-balik menggantinya apabila lapuk dan rusak. Jarak antar tanaman buah naga adalah tiga meter, jangan lupa untuk membuat saluran air dengan kedalam sekitar 20-25 cm diantara barisan tiang.

Buat Lubang Tanam

lubang tanam

Buat lubang tanam terlebih dahulu sebagai media tanam sebelum bibit di semaikan. Isi lubang tanam dengan pupuk, tanah dan pasir, serta kapur pertanian. Masukkan ke dalam lubang, dan siram sampai basah, namun tidak boleh tergenang. Cara menanam buah naga tentu tidak bisa terlepas dari keadaan lubang tanam yang baik.

Cara ini efektif untuk membuat buah naga cepat tumbuh. Diamkan selama seharian, kemudian tanami esok harinya. Ini dilakukan agar penyerapan pupuk oleh tanah lebih mudah untuk dilakukan. Anda juga bisa menambahkan pupuk dari kotoran ayam dengan teh tebu ataupun cairan empa, agar batang buah naga nantinya lebih kuat.

Menanam Buah Naga

menanam bibit buah naga

Selanjutnya merupakan cara menanam bibit buah naga yang telah Anda persiapkan sebelumnya ke dalam lubang tanam. Pindahkan dari polybag dan letakkan ke dalam tanah. Tanam empat bibit buah naga ke dalam satu tiang panjat dengan jarak sepuluh sentimeter. Timbun bibit dengan tanah, kemudian ikat batang ke satu tiang, dan perbarui secara terus menerus selama bibit masih memanjang hingga setengah meter.

Jika bercabang, Anda boleh memotong cabang tersebut, bahkan sebelum mencapai puncak tiang panjatan. Jika sudah mencapai tiang panjatan bagian atas, Anda tidak perlu memotong cabang tersebut, sebab buah naga boleh bercabang ketika dalam fase ini.

Memelihara Buah Naga

memelihara buah naga

Memelihara buah naga tidak sesulit kelihatannya. Anda hanya perlu memperhatikan bagaimana pengairan dan pemberian pupuk. Dalam pengairan, lakukan penyiraman setiap hari dan lakukan secukupnya. Jika musim hujan, Anda bisa menyiramnya sekali sehari, atau tidak perlu di siram apabila intensitas curahnya tinggi.

Pemberian air tidak boleh berlebihan, sebab cara menanam buah naga dengan keadaan air yang berlebih akan membuat bibit membusuk dan mati. Ingat pula untuk membersihkan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman, agar bibit bisa tumbuh dengan optimal.

Berikan Pupuk

pupuk buah naga

Pemberian pupuk bisa dilakukan dengan pupuk organik maupun non organik. Akan lebih baik apabila menggunakan pupuk organik sebab tidak memberikan efek samping dan aman untuk kesehatan. Pupuk kimia bisa memberikan efek negatif pada tanah, lingkungan dan berpengaruh pada buah yang akan dikonsumsi nantinya.

Pemberian pupuk dilakukan agar buah naga dapat tumbuh dengan subur, cepat berbunga dan membuat pembentukan buah lebih cepat. Cara menanam buah naga agar cepat tumbuh dan berbuah memerlukan pupuk yang baik.

Panen Buah Naga

panen buah naga

Umumnya buah naga bisa di panen pada usia 7 hingga 10 bulan, bisa lebih cepat maupun lebih lambat, tergantung cara menanam buah naga tersebut. Waktu panen sebaiknya dilakukan di pagi hari atau sore hari, lakukan di cuaca cerah agar buah tidak mudah membusuk.

Ciri buah naga yang siap panen adalah kedua ujung pangkal buah telah mengecil, begitu pula mahkota buahnya. Buah dapat dipetik setelah munculnya bunga pada hari ke 50 ataupun ke 55. Kulit buahnya mengkilat dan terjadi perubahan warna dari hijau ke merah.

Demikianlah cara menanam buah naga bagi pemula agar tanaman yang Anda tanam cepat berbuah dan tumbuh dengan maksimal. Budidaya buah naga dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan saat ini, sebab tanaman buah naga bisa tetap berbuah hingga dua puluh tahun ke depan.