Cara Menanam Porang agar Cepat Tumbuh

Porang merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat. Sering disebut suweg atau iles-iles di tempat lain, tanaman ini merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh hingga 1,5 meter tingginya dari dalam tanah. Termasuk tanaman umbi, ia memberikan banyak manfaat untuk manusia, mulai dari kesehatan hingga industri pangan. Jika Anda tertarik, berikut merupakan cara menanam porangyang mudah untuk dilakukan.

Langkah Mudah Cara Menanam Porang untuk Pemula

budidaya porang

Porang memiliki ciri tangkai tunggal, yang membuatnya hanya memiliki satu batang dengan corak yang belang-belang, yakni hijau dan putih. Mudah dibudidayakan, tanaman ini bahkan bisa berkembang dan tumbuh dengan baik di bawah pohon penyangga yang besar, seperti pisang, mangga maupun jati.

Saat ini, porang banyak diminati oleh masyarakat, sehingga nilai ekonomisnya naik banyak diburu. Oleh karena itu, melakukan budidaya dan penanaman porang dalam waktu dekat akan menguntungkan Anda. Nah, berikut merupakan langkah dan cara melakukan budidaya porang agar lekas tumbuh dan panen.

  • Menggunakan Katak atau Bintil

Katak merupakan sebutan untuk bintil yang muncul pada pangkal tangkai atau batang porang. Biasanya berwarna coklat kehitaman dan menyerupai warna tanah. Dalam tiap satu kilonya, Anda akan mendapatkan 100 butir katak pada pangkal tanaman porang. Bagaimana cara menanam porang dari katak?Ternyata cukup mudah.

Pertama, Anda hanya perlu mengumpulkan katak pada musim panen porang, bisanya terjadi di musim kemarau. Simpan katak tersebut hingga memasuki musim penghujan, ini akan membuat tanaman porang menjadi lebih mudah tumbuh. Siapkan lahan, dan segera tanam ketika menjelang musim penghujan.

  • Menggunakan Umbi

Cara menanam porang selanjutnya adalah dengan menggunakan umbi. Anda bisa mengumpulkannya ketika musim panen, seperti cara katak sebelumnya, atau memakai langkah eliminasi bibit ketika penanaman porang yang pertama dilakukan. Agar hasilnya maksimal, umbi bisa Anda peroleh dengan menguranginya pada tanaman porang yang sebelumnya telah Anda tanam.

Sebab, jika dibiarkan terlalu rapat, bibit akan menyerap nutrisi umbi utama di bawah pangkal tangkai, membuatnya menjadi kecil. Nah, hasil pengurangan bintil katak ini bisa Anda jadikan bibit untuk penanaman tambahan maupun lanjutan.

Hal yang berbeda jika Anda menggunakan cara menanam porang dari umbi yang besar. Anda perlu memotong-motongnya kecil-kecil agar mudah ditanam dan tumbuh berkembang. Potong sesuai ukuran yang diinginkan dan tanam pada lahan yang telah Anda persiapkan sebelumnya.

  •  Menggunakan Biji

Walaupun merupakan tanaman umbi-umbian, sebenarnya porang menghasilkan bunga yang akan menjadi biji. Hal tersebut terjadi sekitar empat tahun sekali, sehingga untuk mendapatkan biji porang, memerlukan waktu yang tidak sebentar. Pada satu tongkol bunga, biasanya akan menghasilkan sekitar 200 hingga 250 biji untuk ditanam kembali. Sehingga, cara menanam porang dengan biji mungkin untuk dilakukan.

Langkah dan cara menanam bibit porang dengan biji ini cukup mudah, Anda hanya perlu menyemainya terlebih dahulu di tempat yang subur, untuk kemudian di pindahkan ke lahan yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Bibit tersebut akan menjadi tanaman porang dewasa dalam waktu yang relatif singkat.

Setelah mengetahui bagaimana cara menanam porang, kini sebaiknya Anda mengetahui bagaimana melakukan persiapan lahan untuk penanaman. Sebab, tanpa lahan penanaman yang subur dan terencana, tanaman porang Anda akan sulit berkembang dan tidak segera panen. Berikut merupakan hal yang perlu Anda perhatikan selama pembuatan lahan untuk budidaya porang.

  • Lokasi

Untuk lokasi penanaman porang, Anda bisa membuatnya di tempat yang tertutup oleh banyak pepohonan, maupun di lahan yang terbuka. Namun, jika memilih untuk menggunakan lahan terbuka, usahakan untuk menutupinya dengan paranet, agar sinar matahari tidak mengenai porang secara langsung.

  • Persiapan Lahan

Selanjutnya persiapan lahan sebelum melakukan langkah dan cara menanam porang.

  • Anda harus membersihkan lahan yang hendak Anda gunakan sebagai tempat budidaya dan pembiakan, baik dari gulam rumput, maupun sisa tumbuhan lain. Jika dibiarkan, maka gulma dan sisa tanaman akan memakan nutrisi yang seharusnya digunakan untuk tumbuh kembang porang.
  • setiap 4 Ha, Anda menjadikannya satu blok agar lebih mudah untuk ditanami dan dikelola. Tiap ukuran tersebut, Anda harus membuat jalan pemeriksaan selebar 2 meter, sebagai batas antara blok yang satu dengan yang lain.  
  • Cara menanam porang selanjutnya adalah melakukan pemasangan ajir, dengan jarak tiap tanaman sekitar 1 m x 1 m, ini berlaku untuk semua jenis bibit, baik dengan umbi, katak maupun biji yang telah disemai. Buat jalur menggunakan cangkul, dengan jarak selebar setengah meter, jalur tersebut untuk bibit katak, Anda harus menanamnya pada jalur yang telah dicangkul tersebut.
  • Buat lubang tanam, ini untuk bibit yang menggunakan umbi dan biji yang telah disemaikan. Ukuran lubangnya untuk tiap satu tanaman adalah 20 cm x 20 cm x 20 cm.
  • Anda bisa menambahkan pupuk  agar tanaman ini tumbuh dengan subur. Pilih pupuk bokashi dan berikan pada tanah sebelum bibit ditanam. Takaran yang disarankan adalah setengah kilogram untuk tiap lubangnya. Campurkan dengan top soil ataupun dicampur dengan tanah di sekitar Anda meletakkan ajir.

Jika Anda telah mempersiapkan lahan, maka penanaman porang bisa segera dilakukan. Agar tidak memerlukan air dan upaya yang besar dalam perawatannya, sebaiknya lakukan penanaman di permulaan musim hujan. Cara menanamnya juga mudah, yakni dengan langkah-langkah berikut:

  • Penanaman dilakukan pada bulan November hingga Desember. Pada bulan ini, curah hujan cukup tinggi, sehingga membuat porang bisa tumbuh dengan subur.
  • Masukkan bibit Anda, baik dengan bintil katak, umbi maupun biji persemaian ke dalam lubang yang telah dibuat sebelumnya. Letakkan bakal tunas menghadap keatas, ini akan membantunya menembus tanah dan mempermudah perkembangan selanjutnya.
  • Cara menanam porang selanjutnya menutup lubang tempat Anda meletakkan bibit. Ingat untuk memberikan jarak antar bibitnya, yakni dengan jarak sekitar satu meter untuk tiap bibit.

Perkembangan tanaman porang selanjutnya tentu tidak terlepas dari hama dan penyakit. Anda bisa membersihkan gulam secara rutin untuk menjaga unsur hara tetap dikonsumsi oleh porang, bukan rerumputan. Jika terdapat jamur dan bakteri yang menyebabkan tanaman kering, kuning dan layu, segera gunakan pupuk maupun pestisida untuk mencegah kematian tanaman.

Porang sendiri bisa Anda panen ketika usianya sekitar dua tahun. Anda bisa mengambil umbi yang besar dengan berat lebih dari satu kilogram untuk dipanen, dan meninggalkan anakannya yang lebih kecil untuk dipanen di musim yang akan datang. Jika pemanenan telah dilakukan sekali, maka untuk selanjutnya, Anda bisa memanen tanaman porang dengan rentang waktu yang lebih singkat, yakni satu tahun saja. Bagaimana cara menanam porang dan membudidayakannya tersebut? Mudah bukan? Jika Anda tertarik untuk mencobanya, Anda bisa memulainya dari sekarang. Jangan ragu, sebab walaupun perawatan dan penanamannya cukup mudah, omzet yang Anda hasilkan akan jauh lebih besar. Selamat mencoba