Cara Menanam Porang agar Cepat Tumbuh

Porang merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat. Sering disebut suweg atau iles-iles di tempat lain, tanaman ini merupakan jenis tanaman yang bisa tumbuh hingga 1,5 meter tingginya dari dalam tanah. Termasuk tanaman umbi, ia memberikan banyak manfaat untuk manusia, mulai dari kesehatan hingga industri pangan. Jika Anda tertarik, berikut merupakan cara menanam porangyang mudah untuk dilakukan.

Langkah Mudah Cara Menanam Porang untuk Pemula

budidaya porang

Porang memiliki ciri tangkai tunggal, yang membuatnya hanya memiliki satu batang dengan corak yang belang-belang, yakni hijau dan putih. Mudah dibudidayakan, tanaman ini bahkan bisa berkembang dan tumbuh dengan baik di bawah pohon penyangga yang besar, seperti pisang, mangga maupun jati.

Saat ini, porang banyak diminati oleh masyarakat, sehingga nilai ekonomisnya naik banyak diburu. Oleh karena itu, melakukan budidaya dan penanaman porang dalam waktu dekat akan menguntungkan Anda. Nah, berikut merupakan langkah dan cara melakukan budidaya porang agar lekas tumbuh dan panen.

  • Menggunakan Katak atau Bintil

Katak merupakan sebutan untuk bintil yang muncul pada pangkal tangkai atau batang porang. Biasanya berwarna coklat kehitaman dan menyerupai warna tanah. Dalam tiap satu kilonya, Anda akan mendapatkan 100 butir katak pada pangkal tanaman porang. Bagaimana cara menanam porang dari katak?Ternyata cukup mudah.

Pertama, Anda hanya perlu mengumpulkan katak pada musim panen porang, bisanya terjadi di musim kemarau. Simpan katak tersebut hingga memasuki musim penghujan, ini akan membuat tanaman porang menjadi lebih mudah tumbuh. Siapkan lahan, dan segera tanam ketika menjelang musim penghujan.

  • Menggunakan Umbi

Cara menanam porang selanjutnya adalah dengan menggunakan umbi. Anda bisa mengumpulkannya ketika musim panen, seperti cara katak sebelumnya, atau memakai langkah eliminasi bibit ketika penanaman porang yang pertama dilakukan. Agar hasilnya maksimal, umbi bisa Anda peroleh dengan menguranginya pada tanaman porang yang sebelumnya telah Anda tanam.

Sebab, jika dibiarkan terlalu rapat, bibit akan menyerap nutrisi umbi utama di bawah pangkal tangkai, membuatnya menjadi kecil. Nah, hasil pengurangan bintil katak ini bisa Anda jadikan bibit untuk penanaman tambahan maupun lanjutan.

Hal yang berbeda jika Anda menggunakan cara menanam porang dari umbi yang besar. Anda perlu memotong-motongnya kecil-kecil agar mudah ditanam dan tumbuh berkembang. Potong sesuai ukuran yang diinginkan dan tanam pada lahan yang telah Anda persiapkan sebelumnya.

  •  Menggunakan Biji

Walaupun merupakan tanaman umbi-umbian, sebenarnya porang menghasilkan bunga yang akan menjadi biji. Hal tersebut terjadi sekitar empat tahun sekali, sehingga untuk mendapatkan biji porang, memerlukan waktu yang tidak sebentar. Pada satu tongkol bunga, biasanya akan menghasilkan sekitar 200 hingga 250 biji untuk ditanam kembali. Sehingga, cara menanam porang dengan biji mungkin untuk dilakukan.

Langkah dan cara menanam bibit porang dengan biji ini cukup mudah, Anda hanya perlu menyemainya terlebih dahulu di tempat yang subur, untuk kemudian di pindahkan ke lahan yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Bibit tersebut akan menjadi tanaman porang dewasa dalam waktu yang relatif singkat.

Setelah mengetahui bagaimana cara menanam porang, kini sebaiknya Anda mengetahui bagaimana melakukan persiapan lahan untuk penanaman. Sebab, tanpa lahan penanaman yang subur dan terencana, tanaman porang Anda akan sulit berkembang dan tidak segera panen. Berikut merupakan hal yang perlu Anda perhatikan selama pembuatan lahan untuk budidaya porang.

  • Lokasi

Untuk lokasi penanaman porang, Anda bisa membuatnya di tempat yang tertutup oleh banyak pepohonan, maupun di lahan yang terbuka. Namun, jika memilih untuk menggunakan lahan terbuka, usahakan untuk menutupinya dengan paranet, agar sinar matahari tidak mengenai porang secara langsung.

  • Persiapan Lahan

Selanjutnya persiapan lahan sebelum melakukan langkah dan cara menanam porang.

  • Anda harus membersihkan lahan yang hendak Anda gunakan sebagai tempat budidaya dan pembiakan, baik dari gulam rumput, maupun sisa tumbuhan lain. Jika dibiarkan, maka gulma dan sisa tanaman akan memakan nutrisi yang seharusnya digunakan untuk tumbuh kembang porang.
  • setiap 4 Ha, Anda menjadikannya satu blok agar lebih mudah untuk ditanami dan dikelola. Tiap ukuran tersebut, Anda harus membuat jalan pemeriksaan selebar 2 meter, sebagai batas antara blok yang satu dengan yang lain.  
  • Cara menanam porang selanjutnya adalah melakukan pemasangan ajir, dengan jarak tiap tanaman sekitar 1 m x 1 m, ini berlaku untuk semua jenis bibit, baik dengan umbi, katak maupun biji yang telah disemai. Buat jalur menggunakan cangkul, dengan jarak selebar setengah meter, jalur tersebut untuk bibit katak, Anda harus menanamnya pada jalur yang telah dicangkul tersebut.
  • Buat lubang tanam, ini untuk bibit yang menggunakan umbi dan biji yang telah disemaikan. Ukuran lubangnya untuk tiap satu tanaman adalah 20 cm x 20 cm x 20 cm.
  • Anda bisa menambahkan pupuk  agar tanaman ini tumbuh dengan subur. Pilih pupuk bokashi dan berikan pada tanah sebelum bibit ditanam. Takaran yang disarankan adalah setengah kilogram untuk tiap lubangnya. Campurkan dengan top soil ataupun dicampur dengan tanah di sekitar Anda meletakkan ajir.

Jika Anda telah mempersiapkan lahan, maka penanaman porang bisa segera dilakukan. Agar tidak memerlukan air dan upaya yang besar dalam perawatannya, sebaiknya lakukan penanaman di permulaan musim hujan. Cara menanamnya juga mudah, yakni dengan langkah-langkah berikut:

  • Penanaman dilakukan pada bulan November hingga Desember. Pada bulan ini, curah hujan cukup tinggi, sehingga membuat porang bisa tumbuh dengan subur.
  • Masukkan bibit Anda, baik dengan bintil katak, umbi maupun biji persemaian ke dalam lubang yang telah dibuat sebelumnya. Letakkan bakal tunas menghadap keatas, ini akan membantunya menembus tanah dan mempermudah perkembangan selanjutnya.
  • Cara menanam porang selanjutnya menutup lubang tempat Anda meletakkan bibit. Ingat untuk memberikan jarak antar bibitnya, yakni dengan jarak sekitar satu meter untuk tiap bibit.

Perkembangan tanaman porang selanjutnya tentu tidak terlepas dari hama dan penyakit. Anda bisa membersihkan gulam secara rutin untuk menjaga unsur hara tetap dikonsumsi oleh porang, bukan rerumputan. Jika terdapat jamur dan bakteri yang menyebabkan tanaman kering, kuning dan layu, segera gunakan pupuk maupun pestisida untuk mencegah kematian tanaman.

Porang sendiri bisa Anda panen ketika usianya sekitar dua tahun. Anda bisa mengambil umbi yang besar dengan berat lebih dari satu kilogram untuk dipanen, dan meninggalkan anakannya yang lebih kecil untuk dipanen di musim yang akan datang. Jika pemanenan telah dilakukan sekali, maka untuk selanjutnya, Anda bisa memanen tanaman porang dengan rentang waktu yang lebih singkat, yakni satu tahun saja. Bagaimana cara menanam porang dan membudidayakannya tersebut? Mudah bukan? Jika Anda tertarik untuk mencobanya, Anda bisa memulainya dari sekarang. Jangan ragu, sebab walaupun perawatan dan penanamannya cukup mudah, omzet yang Anda hasilkan akan jauh lebih besar. Selamat mencoba

Budidaya dan Cara Menanam Rumput Jepang untuk Halaman Rumah

Rumput jepang banyak di pilih untuk menutupi halaman rumah agar tampak lebih cantik dan indah. Namun, tidak semua orang mengerti bagaimana cara menanam dan membudidayakan rumput tersebut. Apabila Anda tertarik untuk merawat rumput ini untuk rumah Anda, berikut merupakan cara menanam rumput Jepang yang mudah dan bisa dilakukan oleh pemula.

Bagaimana Cara Menanam Rumput Jepang?

Rumput jepang memiliki tekstur yang pendek dan agak kasar, berbeda dengan jenis rumput hias lainnya. Sehingga, rumput ini dirasa tepat untuk dirawat di halaman rumah karena terlihat menarik, minimalis dan mudah dalam perawatannya. Berikut langkah yang tepat untuk menanam jenis rumput ini.

  • Mempersiapkan Bibit

bibit rumput jepang

Anda bisa membeli bibit rumput ini dalam bentuk bijian, ataupun dengan bentuk bongkahan. Lebih mudah untuk memilih bibit yang telah menjadi rumput karena tidak perlu menyemaikannya terlebih dahulu. Pembelian rumput bongkahan dijual per meter. Anda bisa membelinya di tempat penjual tanaman hias.

Jika Anda membeli bibit rumput yang telah tumbuh, perhatikan dengan seksama bibit tersebut. Bibit yang baik berwarna hijau segar, kaku, tidak layu, sehat dan tidak memiliki hama maupun penyakit di dalamnya.

  • Penyemaian Bibit

Langkah selanjutnya dalam cara menanam rumput jepang adalah dengan memisahkan bibit ke dalam kelompok-kelompok kecil. Ini dilakukan agar penanaman mudah untuk dilakukan. Lakukan pemisahan secara berhati-hati, dan perhatikan akarnya tidak terputus. Karena tanpa akar, rumput jepang akan sulit untuk tumbuh kembali.

  • Membuat Lahan Tanam

lahan rumput jepang

Berikutnya, Anda bisa mempersiapkan lahan taman yang sesuai untuk menanam bibit tersebut. Untuk membuat lahan tanam yang ideal untuk tumbuh kembang rumput jepang, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Lahan yang dipilih digemburkan tanahnya terlebih dahulu, boleh menggunakan cangkul maupun garu. Sebab cara menanam benih rumput jepang tidak boleh sembarangan. Lahan yang baik akan membuat tumbuh kembangnya makin optimal.
  2. Apabila sudah selesai, ratakan tanah agar tidak bergelombang. Ini akan membuat rumput jepang tumbuh dengan merata dan tidak bergerombol di tanah tertentu.
  3. Setelah dirasa cukup, taburkan pupuk kandang maupun pupuk kompos untuk mempermudah penyerapan nutrisi awal bagi rumput yang baru tumbuh. Perbandingan yang digunakan adalah 2:5, dimana tiap meternya, diperlukan 2,5 kg pupuk kandang.
  4. Setelah selesai, siram lahan yang telah diberi pupuk dengan air, agar meresap secara sempurna di dalam tanah. Biarkan selama semingguan sebelum penanaman rumput dilakukan.
  • Menanam Rumput Jepang

menanam rumput jepang

Cara menanam rumput jepang selanjutnya adalah memulai penanaman. Anda harus menyiram rumput yang hendak di tanam terlebih dahulu sebelum di aplikasikan ke lahan penanaman. Fungsinya untuk menghilangkan kotoran yang sekiranya menempel di akar atau daun tanaman.

Akan lebih baik apabila Anda melakukan penanaman di sore hari, sebab setelah penanaman, rumput jepang tidak terkena matahari secara langsung dan memiliki waktu beradaptasi dengan tanah dan lahan yang baru.

Buat lubang dengan jarak 10 cm x 10 cm, kemudian tanam bibit rumput ke lahan tersebut, tutup lubang dan ratakan dengan tanah. Siram air setelah semua proses selesai secara merata. Satu minggu selama masa penanaman awal, lakukan penyiraman secara teratur di pagi dan sore hari.

  • Penyiraman Lanjutan

Lakukan penyiraman secara rutin setelah penanaman dilakukan. Cara menanam rumput jepang memang perlu pengairan yang intensif agar warnanya hijau merata. Jika menanam di musim kemarau, Anda harus menyiramnya dua kali sehari, di pagi dan sore hari. Sedangkan jika penanaman dilakukan di musim hujan, penyiraman bisa disesuaikan dengan intensitas hujan.

  • Pemberian Pupuk

Walaupun berupa rumput, rumput jepang bukanlah gulma disini. Sebab ia sengaja ditanam untuk menjadi penutup tanah. Maka pemberian pupuk harus dilakukan untuk membuatnya tetap hijau dan tumbuh dengan subur. Dua minggu setelah penanaman, Anda perlu memberinya pupuk urea. Takarannya sekitar setengah kilogram untuk 10 meter.

Apabila sudah berumur lebih lanjut, pemberian pupuk bisa lebih jarang diberikan. Sebab rumput telah mampu menyerap mandiri berbagai nutrisi yang ada di tanah. Setelah 1,5 bulan, Anda bisa memberikan pupuk jenis TSP untuk menambah nutrisi. Takaran yang digunakan sama dengan pupuk urea.

  • Pemangkasan dan Penyiangan

Langkah selanjutnya dalam  cara menanam rumput jepang adalah mencabuti tumbuhan liar yang sekiranya hidup berdampingan dengan rumput tersebut. Apabila dibiarkan, gulma ini akan menyerap nutrisi tanah yang seharusnya diambil oleh rumput jepang. Ini akan membuat rumput jepang tumbuh tidak seragam.

Selain gulma, Anda perlu memperhatikan apabila ada hewan ataupun serangga yang menganggu tumbuh kembang rumput jepang. Misalnya belalang, ulat maupun siput. Mereka akan membuat tanaman tumbuh tidak merata. Selain itu, akan membuat mengurangi keindahan penampilan, sebab daunnya menjadi berlubang.

Jika tidak parah, Anda tidak perlu menggunakan pestisida. Walaupun memberikan efek yang cepat dengan membunuh serangga maupun hewan pengganggu lain, namun ia akan memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan dan sanitasi air.

Pemangkasan dilakukan ketika rumput telah berumur 3 bulan atau lebih.  Pemangkasan dilakukan agar rumput tidak terlalu tebal dan menghalangi sinar matahari untuk ujung batangnya. Cara menanam rumput jepangharus dibarengi dengan pemangkasan yang rutin, agar rumput tidak menguning.

Apabila dibiarkan tumbuh terus tanpa pemangkasan, warna rumput akan berubah dari warna hijau menjadi kuning kecoklatan, kuning hingga hitam. Jika tetap dibiarkan, ini akan menular dan membuat rumput di sekitarnya juga turut mengalami gejala serupa.

  • Perawatan Akhir

Setelah berumur sekitar 5 bulan lebih, rumput jepang telah tumbuh dengan subur. Anda akan melihat hamparan rumput yang hijau dan tertata dengan rapi. Kini, Anda hanya perlu merawatnya dengan baik tanpa perlu perawatan sebelumnya yang terbilang intensif.

Beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk tetap membuatnya tumbuh kembang dengan baik adalah dengan tetap melakukan penyiraman apabila dirasa tanah sudah terlalu kering, memberikan pupuk 2-3 bulan sekali untuk membuatnya tetap subur, dan memangkasnya secara rutin agar tetap terkena sinar matahari dengan baik. Cara menanam rumput jepang memang tidak mudah, namun hasilnya akan sebanding dengan usaha keras Anda untuk membuatnya tumbuh subur di halaman Anda. Ciri-ciri rumput jepang yang baik adalah berwarna hijau segar, kuat dan tumbuh secara merata.

Cara Menanam Jahe Merah Tanpa Lahan yang Luas

Tumbuhan dengan nama latin Zingiber Officinale atau yang biasa kita kenal dengan jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang tergolong dalam Toga atau tanaman obat keluarga. Banyak sekali manfaat dari tanaman ini untuk berbagai macam pengobatan herbal. Tak hanya itu jahe juga terkadang juga sebagai penyedap rasa untuk makanan terutama sayuran. Karena banyak sekali manfaat yang dimiliki jahe, banyak sekali orang yang tertarik untuk melakukan budidaya tanaman ini. Disamping karena jahe sendiri cocok untuk tumbuh di Indonesia dengan curah hujan 2.500-4.000 mm per tahu, permintaan pasar akan jahe juga terbilang tinggi. Saat ini banyak sekali kemudahan untuk melakukan budidaya jahe. Yakni media penanamannya tidak memerlukan lahan yang luas, sekalipun pada lahan yang sempit juga masih bisa dilakukan. Ingin budidaya jahe tapi tidak memiliki lahan yang luas? Berikut bisa anda simak Cara Menanam Jahe Merah tanpa lahan yang luas.

Baca juga: Manfaatkan Lahan Minimalis Dengan Hidroponik Paralon

Cukup Dengan Polybag atau Karung, Begini Cara Menanam Jahe

Cukup Dengan Polybag atau Karung, Begini Cara Menanam Jahe

Biasanya budidaya jahe dilakukan di persawahan atau pun ladang perkebunan. Hal ini sering menjadi hambatan para petani atau orang-orang yang akan melakukan budidaya karena keterbatasan lahan. Namun, kali ini menanam jahe merah dapat dilakukan cukup hanya dengan menggunakan media sangat gampang ditemukan yaitu polybag ataupun karung bekas. Begini Cara Menanam Jahe Merah.

Mempersiapkan Media Tanam

Cara Menanam Jahe Merah pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan media untuk penanaman. Seperti yang disebutkan diatas, media penanaman bisa menggunakan polybag, selain itu untuk mengefisiensi biaya bisa juga digunakan karung bekas yang ada di sekitar anda. Setelah media tanam selesai, langkah selanjunya adalah mengisi polybag atau karung dengan tanah, pasir dan pupuk. Untuk perbandingannya 3:2:1 atau 2:1:1. Perbandingan ini disesuaikan dengan ukuran polybag atau karung anda. Sebagai tambahan, untuk pupuk sendiri, pilihlah pupuk organic yaitu pupuk kandang yang sudah difermentasi, hal ini bertujuan untuk membantu tanah didalam polybag atau karung melakukan penyerapan.

Membuat Bibit

Setelah media tanam siap, Cara Menanam Jahe Merah selanjutnya adalah membuat bibit. Untuk tanaman jahe merah anda dapat membuat sendiri bibit yang akan ditanam. Bibit jahe merah yang berkualitas adalah bibit yang baik secara mutu genetic, biologis maupun fisik. Bibit jahe merah berasal dari jahe yang sudah tua kira-kira berumur 9 hingga 10 bulan yang tidak ada pembusukan dan tidak ada tanda-tanda kerusakan hama. Cara Membuat Bibit Jahe Merah yang pertama adalah merimpang jahe yang telah dipanen, kemudian dijemur sebentar jangan sampai kering, lalu disimpan selama sekitar 1,5 bulan. Setelah itu potong jahe yang telah dirimpang menjadi potongan dengan 3-5 mata tunas.

Setelah dipotong, rendam bibit jahe dengan larutan Dithane M-45 yang bisa anda dapatkan di toko tanaman. Kemudian letakkan di tempat yang lembab agar kecambah muncul. Proses ini akan memakan waktu selama 2 minggu, jangan lupa untuk menyiramnya setiap hari.

Penyemaian bibit

Cara menyemai Bibit Jahe Merah adalah dengan menyiapkan peti kayu. Caranya cukup mudah, yaitu dengan memasukkan bibit jahe kedalam peti kayu. Isi bagian bawah kotak kayu degan kemudian sekam padi. Apabila anda kesulitan mencari sekam pada, dapat diganti dengan abu gosok. Lalu letakkan bibit jahe diatasnya. Kemudian ulangi lagi dengan menaburi sekam padi atau abu gosok sampai peti kayu penuh. Kemudian simpan peti kayu tersebut di tempat yang teduh dan terhindar dari panas atau hujan.

Untuk proses penyemaian bibit jahe sendiri dilakukan setelah bibit jahe telah menumbuhkan tunasnya sekitar 5 cm. Biasanya proses ini berlangsung Selasa 2-4 minggu.   Untuk cara penyemaian Jahe Merah cukup mudah dengan memindahkan jahe yang telah bertunas atau bisa dilakukan kembali perimpangan kemudian diletakkan ke dalam tempat penyemaian. Sebagai informasi pilihlah tunas jahe yang berkualitas baik agar hasil tanam jahe juga menghasilkan jahe yang baik.

Baca Juga: Cara Membuat Pupuk Organik Untuk Tanaman

Penanaman

Setelah tunas pada bibit jahe telah tumbuh, nah inilah saatnya untuk melakukan penanaman. Untuk proses penanaman disarankan saat musim penghujan telah berakhir dan akan masuk pada musim kemarau. Sebab, curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan tanaman busuk karena terkena terlalu banyak air.

Sebagaimana penanaman jahe pada lahan terbuka, Cara Menanam Jahe Merah pada polybag juga mudah untuk dilakukan. Penamanan dilakukan setelah bibit jahe telah menjadi tunas. Berikut langkah-langkahnya:

  • Siapkan polybag berukuran 40x50cm dan jangan menggunakan polybag yang terlalu kecil karena akan mempengaruhi pertumbuhan jahe.
  • Setelah itu polybag tersebut diberi lubang-lubang di bagian bawahnya yang berfungsi sebagai tempat keluarnya sisa air setelah penyiraman.
  • Masukkan tunas jahe dengan posisi tunasnya menghadap ke atas. Untuk bibit jahe jangan memasukkan terlalu banyak, yaitu sekitar 3-5 biji saja setiap polybag.
  • Tutuplah benih dengan media tanam yang telah dibuat diawal dengan perbandingan yang telah disiapkan. Tutup sampai sekitar 3-5 cm.
  • Kemudian yang terakhir adalah menaburi jerami atau sekam diatasnya.
  • Letakkan di tempat yang teduh dan lembab untuk membuat jahe cepat tumbuh.

Pemeliharaan tanaman jahe

Setelah penanaman, melakukan pemeliharaan pada jahe yang baru ditanam juga merupakan bagian yang penting. Untuk pemeliharaan sendiri dapat dilakukan dengan penyiraman. Penyiraman pada tanaman jahe cukup dilakukan 3-4 hari sekali saja. Perlu diingat untuk tidak terlalu banyak menyiramnya, karena ini akan mengakibatkan tanaman jahe membusuk.

Selain penyiraman, hal lain yang perlu dilakukan adalah penyiangan. Penyiangan dilakukan secara rutin setiap 2 hingga 3 minggu. Penyiangan dilakukan bila terlihat gulma atau rumput telah tumbuh. Anda harus segera membuangnya agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pada Cara Menanam Jahe Merah Hal terakhir yang perlu juga menjadi perhatian adalah pemupukan. Pemupukan sendiri dilakukan pada masa awal menanam, dan disarankan untuk menggunakan pupuk organic. Untuk pemupukan sendiri dilakukan minimal 3 kali, yaitu pada awal tanam saat tanaman berumur satu bulan, kemudian lakukan lagi saat tanaman berumur dua bulan dan terakhir saat berumur 3 bulan.

Nah, Cara Menanam Jahe Merah diatas cukup mudah bukan. Bahkan anda tak perlu lagi kerepotan untuk memulai membudidayakan jahe merah karena terhalang oleh lahan. Kini hanya dengan menggunakan media tanam yang hemat, efektif dan efisien yaitu polybag dan karung bekas akan dihasilkan jahe merah berkualitas tinggi. Namun. Anda juga perlu mengingat bagaimana cara pemeliharaan tanaman jahe tersebut, agar jahe dapat tumbuh sesuai harapan dan tumbuh dengan baik pula. Jahe akan siap dipanen setelah berumur kurang lebih 10 bulan, dan dapat terlihat dari batang dan daunnya yang sudah mengering dan menguning. Kini saatnya jahe tersebut untuk siap dipanen. Demikian ulasan Cara Menanam Jahe Merah semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan.

Manfaatkan Lahan Minimalis Dengan Hidroponik Paralon

Memiliki waktu senggang drumah memang terkadang malah membosankan, tapi anda bisa melakukan kegiatan positif yaitu dengan cara membuat hidroponik dengan paralon, apalagi bagi anda yang punya hobi tanaman, kegiatan ini akan sangat bermanfaat bukan?

Jika lahan di rumah tidak terlalu besar untuk bisa dibuat sebagai lahan pertanian/lahan tanam, maka metode hidroponik sangat cocok untuk anda terapkan. dengan lahan yang sedikit dan air yang cukup, anda sudah bisa menerapkan metode ini untuk membudidayakan tanaman.

Baca Juga: CARA MENANAM KANGKUNG HIDROPONIK DI RUMAH, GAMPANG BANGET

Dan berikut, Inilah cara membuat hidroponik dengan paralon!

cara membuat hidroponik dengan paralon

Sediakan Alat Dan Bahan

Pertama, Anda bisa siapkan alat dan bahan seperti paralon ukuran besar 3 inchi, alat bor, penyambung paralon, penutup paralon, gergaji, selang, solder, pompa untuk aquarium, gelas tanam ukuran 250 ml, benih tanaman, media tanaman (gabus), dan wadah tanaman. Ketika semua alat sudah siap maka segera lakukan desain konsep paralon. Jika Anda ingin membuat paralon bertingkat maka setidaknya ada 5 paralon ukuran besar dengan sambungan melengkung dari setiap ujungnya. Ujung paralon ini dipakai untuk mengalirkan air pupuk yang masuk ke setiap lubang benih dari gelas tanam. 

Dalam persiapan ini jangan lupa untuk sediakan lap kering agar remahan debu tidak menempel dan mengganggu aktivitas tanam. 

Buat Susunan Lubang

Paralon dibuat dengan susunan lubang sebesar gelas tanam dan diberikan jarak antar lubang sebesar 20 cm. Jarak ini disesuaikan dengan benih sayuran yang akan ditanam. Apabila Anda menanam sawi maka untuk ukuran itu sangat pas sekali karena daun yang berkembang nantinya melebar dan bergagang besar. Lubang  paralon dibuat menggunakan mesin bor, perhatikan saat melubangi paralon karena jika terlalu kuat akan membuat pecah di sekitar lubang dan hal ini membuat rembesan untuk air pupuknya nanti. Setiap paralon dibuat jarak yang sama jangan selang seling, paralon pertama ukurannya 20 cm sedangkan paralon kedua 15 cm. Penjarakan seperti ini hanya akan merusak sistem sirkulasi tanaman. 

Setiap ujung paralon disambungkan dengan penyambung paralon yang berdiameter sama. Untuk paralon di bagian bawah maka bisa ditutup dengan memakai sambungan paten. 

Baca Juga: CARA MENANAM JAGUNG MANIS YANG MUDAH DAN PASTI BERHASIL!

Buat Lubang Untuk Tempat Benih

Tempat benih ini adalah gelas plastik ukuran 250 ml, Anda buat lubang dengan ukuran kecil memakai bor kecil. Lubang ini dibuat hanya setengah gelas saja, jangan semua pinggiran gelas dilubangi karena akan membuat akar busuk. Tetapi, jika sebagian saja membuat akar berkembang dengan sangat baik. Pastikan Anda menyediakan gelas tanam tersebut sesuai dengan jumlah lubang pada paralon besar. Jika Anda terlalu repot dalam melubangi gelas tanam maka bisa memakai netpot yang sudah praktis berlubang. Jangan lupa untuk mencuci terlebih dahulu gelas tanam dan keringkan secara maksimal sebelum benih dipindah ke dalam gelas ini. 

Pembibitan Di Busa

Proses pembibitan ini memakai gabus atau busa yang di tengahnya diberikan benih sayuran, kemudian taruhlah di wadah besar. Busa sangat disarankan sekali dalam pemakaian media tanam hidroponik karena menyerap air pupuk dengan maksimal. Busa yang dipotong harus menyesuaikan dengan gelas tanamnya, tidak harus bulat tetapi cukup untuk dimasukkan ke dalam gelas tanam. Benih yang telah masuk ke dalam gelas kemudian bisa dimasukkan ke dalam lubang paralon besar. Dalam pembibitan ini sebaiknya pakai satu macam sayuran saja, untuk mencoba benih sayuran lain Anda bisa menggunakan susunan paralon lainnya lagi karena larutan pupuk untuk tanaman yang satu dengan lainnya berbeda. 

Larutan Pupuk

Larutan pupuk ini dibuat dengan memakai air yang dicampur dengan zat kimia khusus untuk makanan benih. Setelah larutan ini jadi maka Anda bisa masukkan memakai selang yang dipompa memakai pompa dari aquarium. Alirkan larutan pupuk ini dari atas hingga merata ke semua paralon. Benih akan tumbuh dengan baik jika komposisi pupuknya seimbang. Anda bisa melihat perkembangannya dari hari ke hari. 

Amati Pertumbuhan

Pastikan larutan pupuk ini mampu memenuhi kebutuhan makanan tanaman, jangan sampai larutan ini kering karena akan membuat tanaman tumbuh kerdil atau tidak maksimal. Jika ada hama ulat maka ambil secara pelan, namun sangat jarang sekali hama yang muncul untuk metode hidroponik. Untuk sinar matahari tetap harus diberikan secara rutin agar tanaman mendapatkan zat klorofil secara maksimal. Semakin bagus Anda memberikan penyinaran maka daun sayuran akan semakin hijau dan kuat dari hama. Berbeda jika Anda tidak memberikan penyinaran dengan baik maka daun akan terlihat pucat dan kandungan vitaminnya sedikit sekali. 

Keuntungan yang bisa Anda peroleh memakai hidroponik adalah:

  • Bebas semprot pestisida yang bisa membahayakan, karena dengan ruangan terbatas Anda memiliki cukup waktu untuk memberantas hama yang menempel pada sayuran. Namun, sangat jarang sekali sayuran hasil hidroponik berhama. 
  • Irit ruang dan hasil maksimal, tidak membutuhkan ruang luas seperti menanam padi untuk bercocok tanam sayuran sehat. Dengan paralon yang dibentuk bertingkat akan lebih maksimal, atau hampir sama dengan hasil lahan luas. Satu pohon paralon bisa diisi sayuran dengan jumlah 5 kg bahkan lebih tergantung dari jenis sayuran. semakin banyak paralon maka sayuran yang dipanen semakin banyak. 
  • Irit pengeluaran, metode ini bisa dipakai berulang kali tanpa Anda harus mengolah tanah seperti pada lahan luas. Cukup ganti media tanam (gabus) usai panen dengan yang baru dan masukkan kembali ke lubang gelas tanam. Anda cukup bersihkan secara rutin paralon yang sekiranya sudah mulai berlumut memakai sikat. 

Apakah Anda masih ragu untuk menanam sayuran hidroponik di waktu luang, hasil yang maksimal dan lebih menyehatkan karena bebas pestisida. 

Mari mencoba!

Cara Membuat Pupuk Organik Untuk Tanaman

Bercocok tanam bisa dibilang merupakan salah satu kegiatan yang bisa digunakan untuk mengisi waktu luang. Saat ini, anda juga bisa melihat ada banyak sekali toko – toko yang menyediakan alat untuk mendukung kegiatan ini.

Karena itulah, bagi anda yang memiliki hobi ini tentu saja setidaknya harus memiliki pengetahuan bagaimana cara membuat pupuk organik yang baik untuk tumbuhan. Tak perlu pergi ke kios, anda bisa memanfaatkan berbagai bahan yang ada di sekitar anda untuk membuat pupuk organik.

Baca Juga: CARA MENANAM KANGKUNG HIDROPONIK DI RUMAH, GAMPANG BANGET

Peralatan dan Bahan Membuat Pupuk Organik

Peralatan dan Bahan Membuat Pupuk Organik

Berikut beberapa peralatan yang harus anda siapkan dalam membuat pupuk organik:

  1. Sebelum membuat pupuk organik, anda perlu menyiapkan beberapa alat – alat pertanian seperti sekop, cangkul, sarung tangan, karung goni, penyemprot air dan peralatan lain yang bisa membantu anda dalam pembuatan pupuk.
  2. Siapkan wadah seperti ember, tali, kantung kompos seperti mulsa plastik hitam atau bisa juga dengan menggunakan kantong plastik hitam.
  3. Siapkan juga bahan – bahannya seperti air, larutan EM4, juga bahan organik atau limbah pertanian lainnya seperti bubuk gergaji, dedaunan, makanan sisa atau lainnya yang ada disekitar anda. Larutan EM4 ini sangat berguna untuk mempercepat dan membantu proses pengomposan.
  4. Pembuatan pupuk organik tentu saja tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, anda harus menyiapkan media pembuatan pupuk organik yang terbuat dari kayu atau bambu untuk membantu proses pembuatan pupuk.

Setelah anda menyiapkan peralatan dan bahan diatas, anda harus membuat dulu media atau tempat pengomposan yang sesuai dengan standar yaitu:

  1. Untuk lahan atau ruang pengomposan, pastikan anda memilih tempat yang lembab dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pastikan juga tempat tersebut mudah dijangkau dan luas, hal ini dilakukan untuk mempermudah proses pembuatan pupuk organik.
  2. Buatlah sebuah tempat yang berbentuk sebuah kotak dengan penutup di atasnya, anda bisa menggunakan kayu atau bambu dengan ukuran sebesar 1 x 2 x 1 m.
  3. Setelah itu, buatlah sebuah kantong pengomposan dari mulsa plastik atau kantong plastik hitam dengan ukuran yang sama dengan media. Jangan lupa untuk memberi lubang – lubang kecil di bagian bawah plastik untuk tempat penyaringan air. Lubangi juga bagian samping plastik untuk sirkulasi udara.

Cara Pembuatan Pupuk Organik Dari Daun

Cara Pembuatan Pupuk Organik Dari Daun
  1. Siapkan daun basah dan kering yang sudah anda kumpulkan. Pastikan jumlah perbandingan daun basah dan daun kering sebanyak 1 : 3. Daun basah disini adalah daun yang sudah tua namun belum menguning, pastikan juga daun – daun yang anda kumpulkan dalam kondisi bersih.
  2. Setelah terkumpul, masukan daun – daun tersebut kedalam ember dan cincang kecil – kecil daun tersebut. Anda bisa menggunakan gunting rumput atau sabit untuk memudahkan proses mencincang.
  3. Setelah itu, siapkan tanah gembur atau humus yang akan digunakan sebagai pelapisnya. Masukan tanah sebagai pelapis pada media pengomposan.
  4. Masukan daun yang telah dicincang tadi kedalam media dan tambahkan sedikit tanah ke atas daun.
  5. Terus ulang tahapan tersebut hingga daun yang anda kumpulkan habis tak tersisa. Padatkan daun dan tanah tersebut lalu siramkan cairan EM4 yang sudah dilarutkan dengan air.
  6. Tutup bagian atas media dengan menggunakan plastik atau terpal dan tutup lagi dengan penutup media dengan rapat. Biarkan selama 6 Minggu. Pastikan anda menjaga sirkulasi dan kelembaban udara pada saat pengomposan dengan cara menyemprotkan sedikit air setidaknya seminggu sekali dan mengaduk kompos dengan cangkul atau sekop secara merata.
  7. Masukan pupuk organik yang sudah jadi kedalam karung atau tempat apa saja.

Itulah bahan dan peralatan yang harus anda siapkan dalam cara membuat pupuk organik. Selain dengan menggunakan daun, anda juga bisa menggunakan sampah organik lainnya dalam pembuatan pupuk organik ini, seperti sampah rumah tangga seperti daging busuk, sayur sisa, bumbu dapur kadaluarsa dan sampah – sampah organik lainnya. Anda harus mengetahui sampah daur ulang yang tidak bisa digunakan sebagai untuk pembuatan pupuk organik ini seperti bekas minyak goreng, tumbuhan yang terkena penyakit, kertas kado, kardus lain sebagainya.

Baca Juga: CARA MENANAM LIDAH BUAYA DENGAN BENAR

Cara Membuat Pupuk Organik Dari Sampah Rumah Tangga

Cara Membuat Pupuk Organik Dari Sampah Rumah Tangga
  1. Siapkan sampah rumah tangga yang bisa digunakan untuk pembuatan pupuk organik dengan cara memisahkan sampah plastik dengan sampah organik.
  2. Lalu siapkan wadah berukuran besar untuk membuat kompos, anda bisa menggunakan media yang sebelumnya anda gunakan ketika pembuatan pupuk organik dari daun.
  3. Setelah itu, masukan sampah organik secara merata kedalam media dan isi dengan tanah secukupnya. Ketebalannya bisa disesuaikan dengan wadah dan banyaknya sampah organik.
  4. Siram permukaan tanah dengan air secukupnya.
  5. Ulangi tahapan tersebut hingga sampah organik habis, pastikan ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah.
  6. Tutup media dengan rapat dan biarkan selama tiga minggu.

Pemakaian Pupuk Organik Pada Tanaman

Ciri – ciri pupuk yang sudah jadi adalah tidak adanya bau busuk yang muncul dan tekstur dari pupuk pun akan seperti tanah. Sama seperti pupuk lainnya, pupuk organik ini bisa anda gunakan dengan cara mencampurkannya dengan tanah pada media tanam. Pastikan disaring dahulu untuk memisahkan dari kotoran. Itulah cara membuat pupuk organik yang bisa anda lakukan bagi anda yang memiliki hobi bercocok tanam, apalagi dengan adanya untuk anjuran tetap dirumah saat ini, bercocok tanam bisa dijadikan salah satu aktivitas untuk mengisi waktu luang yang bermanfaat.

Gampang! Inilah Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun

Pupuk kompos berasal dari limbah bahan organik seperti sayuran, dedaunan yang dicampur dengan kotoran hewan maupun zat pembusuk lainnya. Jika ingin membuat sendiri, berikut cara membuat pupuk kompos dari daun

Bahan dan Alat

Mulanya, Anda harus menyiapkan bahan dan alat yang dibutuhkan untuk proses pembuatan pupuk kompos. Perlu diingat bahwa Anda bisa menggunakan bahan utama seperti dedaunan kering, sisa sayuran, buah-buahan dan bahan organik lainnya. Pembahasan kali ini Anda akan disajikan cara membuat pupuk kompos yang menggunakan dedaunan. 

  1. Peralatan yang dibutuhkan iyalah alat berkebun seperti cangkul, sekop serta penyemprot air. Lalu sediakan wadah berupa ember maupun baskom, kantung kompos berupa mulsa plastik warna hitam. 
  2. Alat lain yang perlu disiapkan adalah martil, paku dan gergaji. 
  3. Siapkan larutan EM4.
  4. Jangan lupakan kayu dan terpal guna pembuatan media pengomposan. 

Baca juga: CARA MENANAM BAWANG MERAH AGAR CEPAT PANEN

Media Pupuk Kompos

Langkah berikut ini dilakukan guna membuat media pupuk kompos. 

  1. Pilih lokasi yang tepat sebagai area pengomposan, lebih baik jika tempat tersebut lembab dan pastinya jauh dari pemukiman. 
  2. Lokasi yang dipilih juga mudah dijangkau dan memiliki area yang cukup luas. 
  3. Siapkan kotak berbentuk persegi lengkap dengan penutup di bagian atasnya, ukuran kotak tersebut sebaiknya 1 x 2 x 1 m. 
  4. Lalu buatlah kantung untuk pengomposan dari bahan mulsa plastik, ukurannya disesuaikan dengan media untuk pengomposan. 
  5. Berikan lubang ukuran kecil-kecil pada bagian bawah kantung kompos, hal tersebut bertujuan agar air tersaring. Lubangi pula pada bagian samping kantung kompos sebagai media sirkulasi udara.

Pemilihan Daun yang Layak

Apabila media pengomposan telah selesai dibuat, maka selanjutnya lakukan pemilihan dedaunan yang digunakan ketika pembuatan pupuk kompos organik nantinya. Ikuti langkah berikut ini agar pupuk kompos buatan Anda tidak gagal. 

  1. Sebelumnya Anda telah menyediakan dedaunan untuk proses pembuatan kompos yakni daun basah dan kering, daun basah bebas dipilih sesuai selera Anda. 
  2. Daun basah yang dimaksud sebelumnya ialah daun yang masih hijau dan segar atau belum berwarna kekuningan. 
  3. Pastikan daun kering yang disiapkan merupakan daun bersih alias belum tercemar dengan bahan-bahan berbahaya, dengan begitu pupuk kompos yang dihasilkan juga benar-benar aman nantinya. 
  4. Perbandingan jenis daun yang digunakan ialah 1:3 antara daun basah dan daun kering. 
  5. Jangan lupa untuk memasukkan daun ke dalam ember guna penghancuran daun. 

Daun Dihancurkan

Saat proses penghancuran daun, ikuti langkah berikut ini agar tepat.

  1. Penghancuran daun ini bisa dilakukan dengan berbagai cara asalkan daunnya menjadi ukuran kecil-kecil. 
  2. Langkah pembuatan kompos kali ini Anda bisa menggunakan gunting. Cincang daun agar menjadi lebih kecil ukurannya. Cara lainnya bisa juga menggunakan sabit maupun mesin agar lebih singkat waktu penghancurannya. Untuk menghemat waktu saat penambahan nitrogen, tambahkan juga potongan rumput. 
  3. Setelah dihancurkan, daun dan rumput tadi dimasukkan ke dalam media pengomposan agar proses selanjutnya bisa segera dilakukan. 

Baca Juga: CARA MENANAM BAWANG PUTIH UNTUK PEMULA AUTO PANEN

Pengomposan

Setelah dedaunan dan rerumputan yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam media pengomposan, lakukan langkah selanjutnya. 

  1. Siapkan tanah gembur maupun humus agar bisa digunakan sebagai pelapis. 
  2. Masukkan sedikit demi sedikit tanah sebagai pelapis ke dalam media pengomposan, sementara daun jangan ditambahkan sebelumnya. 
  3. Setelah tanah masuk ke dalam media pengomposan, barulah tambahkan daun yang telah dihancurkan. Lapisi daun tersebut dengan sedikit tanah. 
  4. Ulangi langkah ke dua dan tiga sampai daun habis. Padatkan dengan sekop dan jangan lupa siram cairan EM4 yang sebelumnya telah dilarutkan menggunakan air. 
  5. Apabila proses penyiraman dan pemadatan tanah dan daun tersebut, maka tutupi menggunakan plastik maupun terpal. Media ditutup rapat selama 6 minggu dengan terpal. 

Penambah Nitrogen

Apabila Anda ingin pupuk kompos tersebut mengandung banyak nitrogen, maka bisa dengan menambahkan nitrogen. Nitrogen memiliki manfaat yang bagus bagi tumbuhan hijau di mana dapat meningkatkan kandungan klorofil di dalam daun, mempercepat proses pertumbuhan dan menambah kandungan protein hasil panen. 

  1. Untuk meningkatkan kandungan nitrogen dalam pupuk kompos, campurkan sebanyak kurang lebih 20 atau 25 persen bahan yang mengandung nitrogen ke dalam media pengomposan. Anda juga bisa menggunakan pupuk kandang agar kandungan nitrogen pupuk kompos meningkat. 
  2. Selain itu Anda juga bisa menambahkan makanan sisa dari dapur seperti ampas teh, ampas kopi maupun sayuran. Jangan gunakan produk seperti roti, daging dan susu. 
  3. Letakkan secara berlapis di antara dedaunan. 

Aduk Pupuk Kompos

Proses pengadukan pupuk kompos dilakukan agar mikroorganisme menyebar dan tercampur rata sehingga dapat menguraikan bahan pembuatan pupuk seperti daun dan bahan organik lainnya. Proses pengadukannya seperti berikut. 

  1. Sekop dan garpu bisa digunakan sebagai alat untuk menggali ke bagian dasar kompos dan diaduk dengan benar. Lapisan teratas harus pendam dan kompos harus dalam kondisi segar dan basah pada bagian tersebut. 
  2. Proses pengadukan kompos dilakukan sebanyak 3 kali dalam waktu seminggu atau dua kali setiap minggu. Kompos yang sering diaduk dapat mempercepat proses pengomposan. 
  3. Setelah proses pengadukan, jangan lupa untuk menutup kembali kompos dengan terpal agar kompos tidak kering dan selalu lembab. 
  4. Kompos bisa dicampur dengan tanah setelah waktu 4 sampai dengan 9 bulan. Apabila warna kompos berubah menjadi coklat secara keseluruhan, maka itulah waktunya untuk digunakan. 

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk membuat kompos setelah melihat cara membuat pupuk kompos dari daun di atas? Semoga bermanfaat.  

Cara Menanam Jagung Manis yang Mudah dan Pasti Berhasil!

Jagung menjadi salah satu komoditas utama sumber pangan yang sejajar dengan padi, cabai, bawang, dan lain-lainnya. Bahkan terkadang jagung menjadi pengganti makanan nasi apabila harga beras mendadak melambung tinggi. Cara menanam jagung manis bisa dilakukan dengan sangat mudah karena tanaman satu ini cepat beradaptasi dengan berbagai jenis lahan. Yang penting untuk diperhatikan adalah pross perawatan budidaya jagung ini harus benar-benar diperhatikan karena sangat rawan dihancurkan oleh hama belalang. Oleh karena itu, setiap petani jagung harus mengetahui bagaimana cara penanamannya dengan benar dan tepat.

Cara Membuat Bibit Jagung Unggul Sendiri

ara Membuat Bibit Jagung Unggul Sendiri

Meskipun membeli bibit jagung manis bisa dilakukan dengan mudah, akan lebih maksimal apabila Anda membuat sendiri bibit jagung yang unggul. Caranya juga tidak terlalu rumit karena Anda hanya membutuhkan jagung manis yang telah siap dipanen untuk diambil isinya. Berikut ini cara-caranya.

#Petik Jagung Manis yang Bagus

Cara membuat bibit jagung unggul sendiri yang pertama adalah dengan memetik sendiri jagung manis yang bagus. Setelah memetiknya, biarkan berada di tempat yang terbuka selama satu malam saja.

#Gantung Jagung

Buka lapisan luarnya atau klobot. Cukup tiga lapis saja dan tidak perlu dibuka hingga kulitnya benar-benar terkelupas. Agar tetap aman, pastikan untuk menggantungnya di dapur ataupun di tempat tertutup lainnya, yang penting jangan sampai terpapar sinar matahari.

#Potong Jagung agar Mudah Dipipil

Cara menanam jagung manis yang selanjutnya pada bagian pembuatan bibit unggul adalah dengan mengupas kulit secara keseluruhan. Setelah itu, potong bagian ujungnya dengan jarak 2,5 cm dan untuk bagian pangkalnya dipotong kecil membentuk 4 biji.

#Pipil Jagung

Setelah dipotong dengan benar, Anda bisa langsung melakukan pemipilan satu persatu. Pada tahapan ini memang dibutuhkan kesabaran yang ekstra. Tidak perlu dipipil semuanya karena Anda hanya perlu memilih jagung dengan deretan lurus.

#Rendam Hasil Pipil Jagung

Cara membuat bibit jagung manis yang selanjutnya adalah dengan merendamnya di dalam air. Sebelum itu, pastikan dulu Anda sudah memasukkan cairan Ridomil di dalam air tersebut. Hal ini bertujuan agar tidak ada racun di setiap pipilnya. Rendam selama kurang lebih 1-2 hari.

Beginilah Cara Menanam Jagung Manis

Beginilah Cara Menanam Jagung Manis

Setelah mengetahui cara untuk membuat bibit jagung manis yang unggul, selanjutnya adalah beralih pada cara menanam jagung manis. Anda hanya membutuhkan lahan yang strategis agar selama proses perawatan dan pemanenan jagung ini tidak mengalami kendala apapun. Berikut ini beberapa tahapan yang harus dilakukan.

#Mengolah Lahan

Proses pengolahan lahan sebenarnya adalah hal yang cukup mudah untuk dilakukan. Pertama-tama pastikan untuk mencangkul tanah dengan baik dan biarkan selama satu minggu agar nantinya bisa langsung siap ditanami. Pada saat mencangkul, jangan lupa juga untuk selalu membersihkannya. Pastikan Anda mencangkul dengan baik dan juga membersihkannya secara maksimal karena sampah bisa jadi menghambat kesuburan tanah.

Jangan lupa juga untuk mengecek ph tanah. Apabila ph kurang dari 5, maka Anda bisa menambahkan beberapa bahan kapur dolomit agar membuatnya tetap produktif. Tentunya juga tidak lupa untuk mengimbanginya dengan menambahkan pupuk kandang. Agar lahan bisa semakin bagus, buatlah sebuah drainase yang bisa menampung air hujan agar nantinya tidak sampai membuat genangan pada lahan jagung manis.

#Proses Penanaman

Cara menanam jagung manis selanjutnya adalah dengan menyiapkan bibit unggul yang sebelumnya telah dibuat. Anda perlu membuat lubang dengan jumlah tertentu yang masing-masing kedalamannya sekitar 2-3 cm. Pada masing-masing lubang tersebut, cukup masukkan  2 atau 3 butir bibit jagung manis saja. Jangan memasukkan dalam jumlah yang terlalu banyak karena hal tersebut justru tidak ideal. Lalu, setelah itu pastikan menutup kembali lubang yang telah digali menggunakan campuran pupuk kandang dan siram secara rutin.

Pada ukuran tanah, kebutuhan bibit jagung per hektar adalah sekitar 8 hingga 9 kg banyaknya. Pastikan untuk tidak membuatnya memiliki jumlah yang lebih karena bisa membuat pertumbuhan jagung manis menjadi kurang maksimal. Anda bisa membaginya secara rata atau menentukan dengan jumlah butir yang konsisten. Selain itu, pastikan untuk membuat jarak antara satu lubang dengan lubang yang lainnya sekitar 60-70 cm agar hasilnya bisa lebih maksimal.

#Proses Pemeliharaan

Setelah proses penanaman berhasil, cara menanam jagung manis selanjutnya adalah dengan memelihara lahan dengan sangat baik. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena mampu mempengaruhi tingkat kesuburan tanah dan juga tingkat produktivitas jagung. Jika setelah satu minggu proses penanaman ada bibit yang tidak tumbuh dengan baik, maka Anda bisa menggantinya dengan bibit unggul lainnya. Yang terpenting jangan masukkan terlalu banyak bibit, cukup dua butir saja.

Setelah masa dua minggu, Anda harus membersihkan beberapa rumput-rumput liar yang mungkin tumbuh. Hal ini perlu dilakukan agar pertumbuhan jagung manis tidak akan mengalami kendala. Jika ingin lebih maksimal, Anda bisa menggunakan cangkul dan membersihkan gulma yang bertebaran sekaligus. Selain itu, jangan sampai Anda menggunakan bahan pestisida untuk penyemprotan karena hanya akan membuat pertumbuhan jagung menjadi tidak sehat.

#Penyiraman dan Pemupukan Susulan

Penyiraman secara rutin tentunya merupakan hal yang sangat diperlukan, terlebih hal tersebut demi keberlangsungan pertumbuhan jagung manis. Selain itu, penyiraman juga berguna untuk selalu menjaga tingkat kelembaban tanah sehingga tidak mungkin menjadi kering. Cara menanam jagung manis ini terkadang sering kali kurang diabaikan oleh para petani jagung, padahal jagung tetap membutuhkan suplay air yang cukup banyak.

Tidak hanya itu, pastikan juga untuk beberapa kali melakukan pemupukan secara susulan. Pemupukan secara susulan akan sangat berguna untuk menjadikan tanah tetap kaya akan adanya unsur hara. Dengan begitu, pertumbuhan jagung manis bisa terjadi secara maksimal. Namun, yang harus diketahui adalah pemupukan susulan hanya boleh dilakukan ketika usia jagung manis mencapai 2 bulan.

#Pemanenan

Sebenarnya, waktu pemanenan jagung manis sedikit berbeda-beda antara satu varietas dengan varietas lainnya.  Hal ini juga bergantung pada jenis bibit yang digunakan. Umumnya, jangka waktu yang biasa terjadi untuk kemudian melakukan panen adalah sekitar 60-150 hari lamanya. Jika Anda menanamnya pada dataran rendah, maka masa pemanenan bisa dilakukan berkisar antara 50-100 hari saja.

Namun, cara menanam jagung manis di dataran tinggi juga bisa Anda lakukan tanpa perlu mengkhawatirkan masa panen. Sebab, yang terpenting adalah proses perawatan dan pemeliharaan yang maksimal sehingga bisa menghasilkan jagung manis berkualitas. Nantinya, setelah semua jagung manis dipanen, sangat disarankan untuk membiarkannya berada di tempat yang terbuka. Nah, itulah informasi seputar cara menanam jagung manis yang perlu Anda perhatikan. Pada dasarnya, cara tersebut sama saja dengan penanaman jagung biasa dan yang membedakannya adalah pada bibit yang ditanam. Untuk itu, Anda perlu mencari bibit jagung manis yang benar-benar unggul jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

Cara Menanam Lidah Buaya Dengan Benar

Sebagian besar orang tentu sudah tidak asing lagi dengan tanaman yang satu ini. Terlebih untuk para wanita yang sering menggunakannya sebagai bahan-bahan untuk merawat kulit tubuh. Tanaman ini sudah sangat terkenal sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat, baik untuk perawatan kulit atau rambut. Selain untuk kecantikan, lidah buaya juga dapat diolah menjadi makanan yang enak, misalnya manisan lidah buaya. Oleh karena itu, banyak sekali yang ingin menanam lidah buaya di rumah. Bagi kalian yang ingin menanam lidah buaya, berikut ini adalah penjelasan mengenai cara menanam lidah buaya dengan benar.

Cara Menanam Lidah Buaya dan Penjelasannya

Lidah buaya sendiri pertama kali ditemukan di kawasan Afrika, tanaman ini hampir mirip dengan tanaman kaktus. Sebab, lidah buaya juga menyimpan bahan makanan di dalam batangnya, tanaman ini juga memiliki akar yang panjang mirip seperti kaktus. Kini, lidah buaya sudah digunakan untuk berbagai bahan kecantikan dengan proses pengolahan dan pengembangan yang semaki maju.

Karena dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit dan rambut, proses penanaman dan pengolahan tanaman ini semakin berkembang dan meningkat. Terlebih sudah banyak produk kecantikan yang menggunakan tanaman ini sebagai bahan utamanya.

Cara menanam lidah buaya juga ada beberapa macam, mulai dari menggunakan batangnya langsung, atau dengan menggunakan anakannya.

Sedangkan cara menanam lidah buaya berdasarkan tempat, dibedakan menjadi dua yaitu langsung menggunakan tanah atau ladang dan ada yang menggunakan polybag atau pot. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda contoh di rumah:

Cara menanam lidah buaya dengan menggunakan batang

Cara menanam lidah buaya dengan menggunakan batang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa ada beberapa cara menanam lidah buaya. Salah satunya yaitu dengan menggunakan batang atau daunnya. Namun, perlu Anda ketahui bahwa menanam lidah buaya menggunakan batangnya, kemungkinan tidak dapat mengeluarkan akar.

Meskipun masih berupa kemungkinan bahwa lidah buaya bisa tumbuh, tapi itu adalah kemungkinan kecil. Sebab banyak faktor, misalnya terkait kelembapan pada lidah buaya yang tinggi. Hal ini akan menjadikan lidah buaya membusuk sebelum akarnya keluar. Oleh karena itu, Anda harus memilih batang lidah buaya dengan benar. Carilah daun yang berukuran 8 cm atau lebih. Semakin besar dan tinggi, akan semakin baik dalam penggunaan batang sebagai benih atau cara menanam lidah buaya yang bisa Anda terapkan.

Jika Anda menerapkan cara ini, Anda juga harus memperhatikan cara pemotongan daun lidah buaya. Usahakan ketika Anda memotong daun lidah buaya, gunakan pisau yang bersih dan tajam. Supaya pengambilan bibit menjadi bagus dan terhindar dari infeksi. Agar daun tidak rusak, usahakan untuk memotongnya dari atas kebawah.

Pada proses selanjutnya yaitu pendiaman daun lidah buaya selama dua minggu. Letakkan daun tersebut di tempat yang hangat hingga terbentuk lapisan tipis pada bagian yang dipotong. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya infeksi terhadap daun lidah buaya yang ditanam. Hindari media tanam yang terlalu basah, karena akan membuat daun mudah busuk.

Gunakanlah pot yang memiliki lubang, hal ini bermanfaat untuk mempermudah sirkulasi air supaya cepat keluar dari pot. Sebab, tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang. Air yang menggenang justru akan membuat tanaman mudah membusuk.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa lidah buaya memiliki sifat yang hampir mirip dengan kaktus. Oleh karena itu, tanaman ini juga memerlukan tanah yang khusus. Tanah yang digunakan untuk menanam lidah buaya harus dicampur dengan sedikit pasir. Selain itu, lebih baik lagi jika memberikan kerikil sebelum Anda memasukkan tanah kedalam pot.

Setelah tanah di dalam pot sudah selesai, langkah selanjutnya adalah dengan menancapkan potongan batang lidah buaya ke dalam tanah yang ada di pot. Pastikan sepertiga bagian batang tertutup oleh tanah. Sebelum melakukan penanaman, cobalah untuk mencelupkan batang kedalam hormon pertumbuhan akar, atau bisa juga dengan menggunakan madu dan bubuk kayu manis yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri supaya batang tetap bersih dan tidak terinfeksi.

Cara menanam lidah buaya yang terakhir yaitu dengan menentukan tempat peletakan tanaman tersebut. Usahakan letakkan tanaman lidah buaya di tempat yang cerah dan juga hangat. Setelah itu, tunggu hingga tanah benar-benar kering dan Anda bisa menyiramnya kembali.

Cara menanam lidah buaya menggunakan anakan

Cara menanam lidah buaya menggunakan anakan

Cara selanjutnya adalah menanam lidah buaya menggunakan anakan. Cara ini memiliki tingkat presentasi tumbuh lebih tinggi. Para petani lebih banyak yang menggunakan teknik ini, karena dirasa tidak sulit seperti menggunakan batang, dan hasilnya pun maksimal.

Dalam menerapkan cara menanam lidah buaya dengan anakan, Anda harus memilih anakan yang berkualitas. Sebab hal ini sangat mempengaruhi hasil akhir dari tanaman lidah buaya tersebut. Anakan lidah buaya biasanya tumbuh di sekitar pangkal pohon induk dan memiliki warna yang lebih cerah serta memiliki rangkaian akar sendiri.

Adapun beberapa cara membuat bibit lidah buaya dengan kualitas yang bagus dan berkualitas. Supaya tanaman yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi maka pilih bibit yang telah berusia sekitar 5-6 bulan. Di usia ini, biasanya lidah buaya sudah tumbuh anakan. Jika sudah ada anakan maka biarkan sekitar 1-2 bulan bersama induknya. Setelah itu, ketika anakan sudah memiliki 5-6 daun dan tingginya sudah mencapai 20-30 cm, maka baru bisa dipisahkan dengan induknya.

Namun, Anda harus hati-hati ketika akan mencabut anakannya agar induknya tidak rusak ataupun mati. Setelah itu, seleksi anakan yang telah Anda ambil.

Selain itu, langkah selanjutnya yakni mempersiapkan lahan untuk menanam anakan lidah buaya. Media tanah yang digunakan harus digemburkan terlebih dahulu menggunakan cangkul. Jika sudah, tambahkan pupuk bisa berupa pupuk kandang agar lebih subur.

Jika tidak memiliki lahan luas, Anda juga bisa menanam dengan media pot atau polybag. Namun, sebelum Anda mulai menanam bibit lidah buaya, berilah batu atau kerikil ke dalam pot atau polybag. Hal ini bertujuan supaya air dapat keluar dengan mudah, baru setelah kerikil dimasukkan, Anda bisa memasukkan tanah.

Yang perlu diperhatikan, usahakan untuk menaman pada waktu yang tepat yakni di pagi hari sebelum jam 9 atau pada sore hari setelah jam 4 sore. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan menanam bagian akar dan pangkal batang lidah buaya dulu.  Setelah itu, taburkan tanah hingga bagian akar saja, namun hindari bagian daun tertutup sepenuhnya karena hal itu akan menyebabkan lidah buaya membusuk.

Cara menanam lidah buaya dengan menggunakan bibit dirasa lebih mudah dilakukan dan memiliki presentase yang tinggi untuk tumbuh dan menghasilkan tanaman lidah buaya yang berkualitas. Oleh karena itu, Anda juga bisa menerapkan cara tersebut jika Anda ingin menanam lidah buaya di rumah.

Itulah beberapa cara menanam lidah buaya dengan baik dan benar. Anda bisa memilih salah satu cara yang menurut Anda mudah dan bisa dilakukan di rumah.

Cara Menanam Kangkung Hidroponik di Rumah, Gampang Banget

Siapa tak kenal sayur kangkung? Salah satu jenis sayuran yang tumbuh cukup subur di kawasan tropis di beberapa negara Asia, salah satunya Indonesia. Sayuran dengan nama katin Lpomea Aquatica Forsk ini menjadi favorit beberapa masyarakat, selain karena harganya yang cukup murah dan terjangkau, sayuran ini juga sangat mudah ditemukan. Hal ini disebabkan karena jenis sayuran ini tidak hanya dapat tumbuh di tanah namun dapat tumbuh subur di pinggir sungai dan juga rawa-rawa. Saat ini, pengembangan kangkung tidak hanya dilakukan di media tanah, namun banyak orang yang mengembangkan habitat sayuran ini secara hidroponik. Hal ini karena sayuran yang ditanam secara hidroponik memiliki nilai jual lebih tinggi dari nilai jual normalnya. Cara menanam kangkung hidroponik ini juga bisa dikatakan tidak terlalu sulit dan bisa dilakukan di rumah menggunakan banyak media. Nah, bagi anda yang ingin memanfaatkan peluang bisnis ini, berikut Cara menanam kangkung hidroponik yang dapat anda lakukan.

Cara menanam kangkung hidroponik menggunakan 2 media berbeda

Sayuran kangkung memiliki gizi yang baik untuk tubuh manusia.  Diantaranya adalah vitamin A,C, kalsium, zat besi. Sayur kangkung juga memiliki kandungan lemak yang rendah, sangat cocok dikonsumsi untuk anda yang sedang melakukan program diet. Sayur hijau ini sangat kaya manfaat untuk kesehatan tubuh manusia. Bila anda tertarik untuk menanam tanaman kangkung sendiri maka itu lebih. Tidak memerlukan media penanaman yang luas, pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk penanaman kangkung secara hidroponik. Penanaman secara hidroponik sangat direkomendasikan cara menanam kangkung hidroponik hingga masa panen dilakukan dengan banyak treatment dan sangat hati-hati yang membuat sayuran hidroponik cenderung lebih baik. Media yang digunakan pun cukup mudah ditemukan diantaranya bisa menggunakan paralon dan rockwoll.

Menanam kangkung dengan media rockwoll

Menanam kangkung dengan media rockwoll

menanam kangkung dengan rockwoll ini sudah tidak asing bagi yang gemar menanam. Istilah lain dari rockwoll adalah stek buah. Rockwoll termasuk salah satu media tanam yang memiliki banyak pori-pori untuk menyimpan air. Biasanya media tanam yang digunakan dalam rockwoll ini terbuat dari batuan basal yang sudah dipanaskan dalam suhu 1600 oc. Batuan yang telah dipanasi ini akan berubah menjadi semacam serat untuk media tanamnya. Berikut adalah cara menanam Kangkung dengan rockwoll.

Memilih rockwoll

Pemilihan rockwoll yang berkualitas dan tidak cacat penting untuk dilakukan pertama kali. Rockwoll dengan kualitas yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan kangkung dengan baik tanpa khawatir akan ada hama maupun jamur.

Memotong rockwoll

Cara menanam kangkung hidroponik selanjutnya adalah memotong lembaran rockwoll menjadi seukuran 2x2x3 cm berbentuk balok, lalu potongan tersebut diletakan didalam wadah semai berupa tray plastik ataupun pot-pot kecil. Setelah itu, berilah masing-masing potongan balok tadi satu lubang tanam untuk menyemai benih kangkung.

Menyemai benih kangkung pada rockwoll

Untuk penyemaian cukup memasukkan satu buah benih pada satu lubang pada rockwoll. Tidak dianjurkan untuk memasukkan benih lebih dari satu biji karena akan mengganggu penyerapan nutrisi pada akar tanaman. Setelah dimasukkan, beri sedikit air pada rockwoll sampai dirasa cukup basah dan lembab.

Menutup media rockwoll

Setelah diberi air, tutup media rockwollnya dengan menggunakan kresek atau plastic berwarna gelap. Anda juga dapat menggantinya dengan kain berwarna gelap. Setelah itu letakkan media semai tersebut di ruangan yang tidak terkena matahari secara langsung.

Memindahkan tanaman

Cara menanam kangkung hidroponik Setelah kangkung sudah mulai tumbuh sekitar 3 hingga 5 cm, pindahkan tanaman ke ruangan yang memiliki cukup penyinaran seperti kebun ataupun halaman. Caranya cukup mudah anda dapat langsung memindahkan tanaman bersamaan dengan rockwoll ke dalam tanah yang sudah anda siapkan sebelumnya.

Menanam kangkung hidroponik dengan media paralon

Menanam kangkung hidroponik dengan media paralon

Cara menanam kangkung hidroponik sederhana lainnya yang dapat anda lakukan sendiri yaitu dengan menggunakan media paralon. Paralon saat ini menjadi media populer dalam penanaman sayuran hidroponik dikarenakan terbilang murah dan mudah untuk ditemukan. Berikut merupakan cara menanam kangkung hidroponik dengan paralon.

Mempersiapkan alat dan bahan

Alat dan bahan yang perlu disiapkan dalam Cara menanam kangkung hidroponik di awal yaitu paralon berukuran 3 inchi, , bor listrik, penyambung paralon lem, gergaji, penutup paralon, selang, pompa aquarium, solder, dan benih tanaman kangkung serta media tanam dari gelas plastic. Kemudian, dengan alat yang sudah tersedia, potong paralon dan buat lubang pada satu sisi paralon kemudian tutup dan sambungkan ke paralon lain untuk membentuk jalur air yang mengarah ke paralon lain.

Membuat lubang pada paralon

Proses ini dilakukan dengan menggunakan bor listrik. Beri jarak pada lubang yang ada buat sekitar kurang lebih 20 cm yang berguna agar tidak menghambat pertumbuhan kangkung. Sangat disarankan bagi pemula untuk membuat dua jalur dan melubanginya sejajar.

Menutup dan menyambung paralon

Setelah selesai dengan dua paralon yang telah dilubangi, selanjutnya salah satu lubang paralon harus ditutup menggunakan penutup paralon, dan satu sisi lainnya dipasang penyambung paralon dan salah satu sisi penyambungnya juga ditutup agar air perputaran sirkulasi air dapat berjalan dengan baik.

Melubangi Gelas Plastik

Cara menanam kangkung hidroponik selanjutnya adalah melubangi gelas plastic sebagai media penanaman kangkung. Untuk membuat lubangnya anda dapat menggunakan solder dengan membuat lubang ukuran kecil di bawah gelas. Samakan jumlah gelas yang dilubangi dengan jumlah lubang paralon.

Penyemaian benih

Setelah alat-alat dan media telah selesai disiapkan, saatnya untuk penyemaian benih. Untuk tahap ini digunakan media bantuan busa sebagai media tanamnya. Potong busa menjadi kotak-kotak lalu masukkan ke dalam gelas plastic. Lalu, masukkan benih ke dalam busa gelas plastik yang telah terisi busa. Dianjurkan untuk memasukkan satu busa saja ke dalam gelas.

Memberi larutan nutrisi hidroponik

Cara menanam kangkung hidroponik melalui paralon yang terakhir adalah penyiraman paralon dengan air melalui selang dan pompa. Perlu diperhatikan bahwa air yang disiramkan jangan melebihi ruang pada gelas agar tanaman kangkung masih memiliki ruang untuk menyimpan oksigen. Selanjutnya anda hanya perlu menunggu hingga kangkung tumbuh cukup tinggi. Untuk mempercepat pertumbuhannya jangan lupa untuk selalu memberikan larutan nutrisi secara rutin setiap hari.

Itulah beberapa cara menanam kangkung hidroponik dengan berbagai media yang murah dan tidak terlalu sulit dicari. Langkah-langkah penanamannya juga cukup mudah dan sederhana juga tidak membutuhkan banyak ruang untuk memulai budidaya kangkung. Halaman rumah dapat dimanfaatkan sebagai tempat budidaya. Jangan lupa untuk selalu memberikan perhatian terhadap tanaman yang sedang dalam masa tumbuh, agar hasil panen dapat sesuai yang diharapkan. Budidaya kangkung hidroponik sangat cocok untuk digunakan sebagai ide usaha yang menguntungkan.

Hemat Uang Dapur dengan Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah

Cabai rawit merupakan salah satu jenis bumbu dapur yang digemari oleh orang Indonesia. Orang Indonesia sendiri sangat gemar menambahkan cabai rawit di dalam semua jenis masakan. Tidak hanya di rumah saja orang memakai cabai untuk bahan campuran dari masakan atau sambal, banyak restoran-restoran yang menyediakan cabai di atas meja secara gratis. Rasa sensasi terbakar yang ada di lidah saat memakan cabai dipercaya banyak orang dapat menambah selera makan menjadi jauh lebih lahap. Selain rasanya yang pedas, ternyata cabai rawit memiliki banyak sekali  nutrisi di dalamnya seperti kandungan vitamin c yang tinggi, fosfor dan masih banyak lagi. Tidak heran jika beberapa orang mencari cara menanam cabai rawit sendiri.

Di Indonesia sendiri, harga cabai setiap tahunnya selalu mengalami fluktuasi yang tidak pernah seimbang, terkadang harga cabai naik turun karena disebabkan cuaca di Indonesia  yang tidak menentu, hingga akhirnya berdampak pada proses penjualan. Maka tidak banyak dari para konsumen cabai rawit untuk mengambil alternatif menanam atau membudidayakan cabai rawit di rumah demi menghemat uang belanjaan, di artikel ini akan membahas bagaimana cara menanam cabai rawit di rumah dengan lahan seadanya.

Tips dan Trik Cara Menanam Cabe Rawit Sendiri

Cara menanam cabai rawit sendiri tergolong tidaklah sulit karena pada dasarnya cabai rawit sendiri dapat tumbuh di lahan apa saja. Cabai rawit juga tidak membutuhkan perawatan yang sulit agar bisa tumbuh dan berbuah lebat. Hal ini dikarenakan cabai rawit tergolong cabai yang sangat kebal terhadap hama. Tapi juga jangan lupa untuk memberi pupuk dan mengusahakan lahan yang akan ditanami memiliki unsur hara yang dibutuhkan untuk cabai rawit. Berikut ini adalah bagaimana cara menanam cabai rawit yang baik dan benar yaitu:

Siapkan tempat semai

Siapkan tempat semai

Untuk menyiapkan tempat semai bibit cabai rawit biasanya menggunakan polybag dengan ukuran yang tanggung atau Anda juga bisa menggunakan kantung plastik biasa. Setelah itu siapkan media untuk tempat persemaian kurang lebih ¾ bagian dari polybag tersebut. Untuk media persemaian sendiri terdiri dari pencampuran antara tanah, kompos atau juga bisa menggunakan pupuk kandang yang sudah terurai. Perbandingannya kurang lebih 3:1:2. Selanjutnya jangan lupa untuk mensterilisasi media semai dengan cara menjemurnya di bawah terik matahari untuk beberapa saat, lalu dinginkan dan siram dengan air. Langkah ini bertujuan agar benih tidak gampang terkena penyakit atau jamur.

Menentukan jenis bibit cabai rawit yang unggul

Menentukan jenis bibit cabai rawit yang unggul

Untuk memilih jenis bibit cabai rawit yang unggul tidak boleh sembarangan, karena akan mempengaruhi tumbuh kembang dari tanaman cabai rawit itu sendiri. Pertama pilihlah tanaman induk yang memiliki kondisi yang sehat dan kokoh. Biasanya para pembudidaya cabai akan memilih tanaman cabai yang sudah masuk dalam kategori panen yang ke 3 atau yang ke 4 dengan tujuan untuk menemukan bibit cabai rawit yang unggul. Kedua Anda harus memilih buah cabai yang tergolong sempurna. Dikatakan sempurna apabila buah cabai tersebut tidak memiliki cacat sedikitpun dalam bentuknya.

Selanjutnya jika Anda ingin mendapatkan bibit cabai yang unggul, Anda harus membiarkan cabai tersebut mengering hingga berubah warna menjadi merah kecolatan. Setelah itu belah cabai dengan arah vertikal dan pilihlah biji cabai yang masih menempel di tengah, karena biji cabai yang masih menempel di tengah merupakan biji cabai yang memiliki kualitas terbaik.

Siapkan bibit cabai rawit

Siapkan bibit cabai rawit

Untuk benih cabai rawit itu sendiri bisa didapatkan dengan cara membeli atau membuat sendiri di rumah, dengan ketentuan yang sudah dijelaskan di atas. Cara membuat bibit cabai rawit sendiri tidaklah sulit. Anda hanya perlu menyiapkan cabai rawit yang telah matang dan sehat. Kemudian cabai rawit tersebut dikeringkan hingga warna cabai berubah menjadi kecoklatan. Setelah itu belah cabai dan ambil bijinya. Sebelum biji cabai rawit di masukkan ke dalam polybag, rendam biji cabai di air hangat kurang lebih selama 1 jam, proses ini bertujuan untuk mempercepat tumbuhnya cabai. Setelah direndam, tiriskan benih cabai lalu keringkan, benih yang sudah ditiraskan hingga kering tadi di masukkan ke dalam polybag yang sudah disediakan, sirami benih cabai rawit hingga tumbuh. Aturan seperti ini juga berlaku dengan cara menanam cabai rawit jenis lainnya.

Cara menanam bibit cabai rawit

Cara menanam bibit cabai rawit

Untuk cara menanam cabai rawit sendiri Anda harus memilih bibit cabai yang sehat dan kokoh. Pemindahan bibit cabai rawit, biasnya membutuhkan waktu kurang lebih 25-30 hari setelah bibit cabai di semai dalam polybag. Sebelum proses menanam bibit cabai dilakukan tentunya lahan yang akan di tanami bibit cabai harus diolah terlebih dahulu yaitu dengan cara mencangkul lahan, lalu mencampurkan pupuk organik di dalamnya dan jangan lupa buatlah gundukan dan lubang. Untuk pengaturan jarak antara tanaman satu dengan tanaman yang lainnya cukup 100-110 cm dengan kedalaman kurang lebih 40 cm dan jangan lupa dari gundukan dan lubang yang sudah dibuat tutupi semuanya dengan plastic berwarna hitam Setelah itu pindahkan bibit cabai rawit yang ada di polybag ke dalam lubang yang sudah disediakan.

Perawatan tanaman cabai rawit

Perawatan tanaman cabai rawit

Perawatannya cukup mudah yaitu jangan sampai lupa untuk menyiraminya agar tanaman tidak mudah layu, dan sering-seringlah melihat cabai rawit tersebut apakah ada tanaman liar yang mengganggu atau tidak. Jika ada langsung ambil dan buang sebab itu dapat mengganggu pertumbuhannya.

Cara memanen cabai rawit

Cara memanen cabai rawit

Cabai rawit pada umumnya siap untuk dipanen setelah usia 80-90 hari setelah masa penanaman itu sendiri. Cabai rawit sendiri akan dipanen pada saat pagi hari dengan cara memetik buah beserta tangkainya, karena di pagi hari tanaman masih terlihat segar dan menggiurkan. Ada dua kondisi dimana cabai rawit harus dipanen yaitu dipanen pada saat cabai rawit masih hijau dan dipanen pada saat cabai rawit sudah matang alias berwarna merah. Sebenarnya untuk pemanenanpun tidak masalah apakah itu berwarna hijau atau merah, karena tidak akan merubah rasa dari pedasnya sedikitpun.

Untuk tambahan informasi biasanya cabai rawit dapat dipanen dalam 1 minggu sekali. Apabila pembudidayaannya atau cara menanam bibit cabai rawit sudah benar dan mengikuti ketentuan yang sudah ada. Bahkan bisa sampai 2 atau 3 tahun mempu memproduksi cabai secara berkala.

Demikian beberapa cara menanam cabai rawit di rumah. Anda sekarang tidak perlu khawatir memikirkan seberapa mahal harga cabai rawit di pasaran apabila cuaca tidak menentu seperti sekarang. Anda cukup membudidayakan atau menanam cabai rawit di rumah dengan biaya yang murah. Tentunya menanam tidak sesulit yang Anda bayangkan bukan. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi Anda yang ingin membuka usaha dengan cara membudidayakan tanaman cabai rawit.